Loading...

7 military power made by indonesian (buatan anak bangsa).wmv

62,122 views

Loading...

Loading...

Loading...

Rating is available when the video has been rented.
This feature is not available right now. Please try again later.
Published on Jan 16, 2013

Roket Lapan:
"Hingga 2010 ini Lapan tengah mencoba untuk mengembangkan roket jelajah berjarak 300 km. Sementara pengembangan roket selanjutnya akan membidik roket kendali," tutur Agus. Menurutnya, roket jenis RX 2728 dan RX 2428 adalah cikal bakal pengembangan roket jelajah, sementara roket RX 1110 diproyeksikan untuk roket kendali
Hovercraft:
Hovercraft milik TNI Angkatan Laut memiliki panjang 13 meter (off) dan 13,5 meter (on) dengan lebar 5,9 meter (off) dan 6,3 meter (on). Adapun tinggi badannya mencapai 3,1 meter (off) dan 3,7 meter (on). Sedangkan kapasitas angkut kapal itu seberat 3.000 kilogram dan akomodasi personelnya 20 orang. Mesin hovercraft ini menggunakan satu kali Deutz 440 hp.
Senjata serbu SS-1,SS-2,SS-3:
ss-1

ss-2
Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 4,01 kg. Senapan ini bersama-sama dengan M16, Steyr AUG dan AK-47 menjadi senapan standar TNI dan POLRI, tapi karena diproduksi di Indonesia, senapan ini paling banyak digunakan
.
Panser anoa:
APC Anoa V2 6 x 6 atau armored personal carrier Anoa V2 6 x 6 sedikit berbeda dengan versi sebelumnya. Sukidi Amd, Assistant Engineering Manager PT Pindad (Persero), Jumat (12/11/2010), mengungkapkan, "Panser ini memiliki beberapa modifikasi yang membuatnya lebih maju dan nyaman dari versi sebelumnya." Ia mengatakan, salah satu kelebihannya ada pada main hole yang terdapat di bagian atasnya. Bagian tersebut dibuat lebih bulat dan cembung agar bisa memaksimalkan fungsi pertahanan sehingga bila tertembak, peluru akan memantul.

Kelebihan lainnya ada pada pelindung kaca samping dan depan. "Sebelumnya, pelindung kaca samping dan depan harus dibuka dan ditutup dari luar. Hal itu menyulitkan. Sekarang, pelindung kaca samping dan depan bisa dibuka dan ditutup dari dalam," ujar Sukidi. Dengan mengoperasikan pelindung kaca samping dari dalam, selain lebih nyaman, bagian ini juga meminimalkan risiko.
APR Car:
Salah satu produk terkini hasil rekayasa dan rancang bangun para ahli dan teknisi PT. Pindan adalah kendaraan angkut personil (Panser) kelas ringan yang diberi nama APR 1 � V1 (Angkutan Personil Ringan). Disebut kendaraan angkut personil ringan, karena APR memiliki kapasitas maksimum pengangkutan personil sebanyak 12 orang (termasuk sopir dan navigator) dengan bobot 7.900 kg (termasuk kendaraan dan beban angkutan)
. KRI Banjarmasin dan KRI Krait-827:

KRI Banjarmasin

Terkait diproduksinya kapal ini oleh PT PAL, Purnomo mengaku ini adalah salah satu bentuk bukti bahwa bangsa ini bisa selangkah lebih maju dalam industri pertahanan dalam negeri. "Kita pasti bangga bisa memproduksinya sendiri dan merupakan satu bukti industri dalam negeri juga bisa," ucapnya.

KRI Banjarmasin-592 merupakan kapal ketiga dari rencana empat kapal baru jenis LPD yang akan memperkuat Armada kapal perang TNI AL. Dua kapal LPD yang telah memperkuat TNI AL sebelumnya adalah KRI Makassar-590 dan KRI Surabaya-591. Keduanya buatan PT Daewoo International Corporation, Korea Selatan, dan diserahkan kepada TNI AL tahun 2008.

KRI Krait-827
Kapal itu dilengkapi radar dengan jangkauan 96 Nautical Mil (setara 160 km) dengan sistem navigasi GMDSS Area 3 (jangkauan komunikasi dan radar yang sudah cukup luas) dengan kecepatan terpasang 25 knots. KRI itu juga dilengkapi dengan senjata mitraliur 12,7mm dan senjata meriam haluan laras ganda (Two in Barrel) kaliber 25 mm yang dapat dioperasikan secara otomatis maupun manual.

Pesawat CN-235:
CN-235 adalah pesawat terbang hasil kerja sama antara IPTN atau Industri Pesawat Terbang Indonesia (sekarang PT.DI) dengan CASA dari Spanyol. Kerja sama kedua negara dimulai sejak tahun 1980 dan purwarupa milik Spanyol pertama kali terbang pada tanggal 11 November 1983, sedangkan purwarupa milik Indonesia terbang pertama kali pada tanggal 30 Desember 1983. Produksi di kedua negara di mulai pada tanggal Desember 1986. Varian pertama adalah CN-235 Series 10 dan varian peningkatan CN-235 Seri 100/110 yang menggunakan dua mesin General Electric CT7-9C berdaya 1750 shp bukan jenis CT7-7A berdaya 1700 shp pada model sebelumnya.

Loading...

When autoplay is enabled, a suggested video will automatically play next.

Up next


to add this to Watch Later

Add to

Loading playlists...