Loading...

KOPASSUS SAT 81

291,932 views

Loading...

Loading...

Loading...

Rating is available when the video has been rented.
This feature is not available right now. Please try again later.
Published on Dec 30, 2012

Like a shadow, no fear, no doubt, and deadly..
PASUKAN ELITE ANTI TEROR YANG DI SEGANI SE ASIA DEN 81 GULTOR (pasukan elite terbaik ketiga di dunia) Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81 Gultor adalah satuan dalam Kopassus yang komposisinya setingkat dengan Grup. Satuan ini dibentuk oleh Kabais ABRI dan diresmikan pada 30 Juni 1982 dengan nama Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha. Lahirlah Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha dengan komandan pertama Mayor Inf. Luhut Binsar Panjaitan dengan Kapten Inf. Prabowo Subianto sebagai wakilnya. Keduanya kemudian dikirim untuk mengambil spesialisasi penanggulangan teror ke GSG-9 (Grenzschutzgruppe-9) yaitu satuan khusus anti teror Jerman yang namanya melejit saat operasi "Black September" di Stadion Munich saat olimpiade pada tahun 1970. Satuan ini dibentuk setelah terjadinya pembajakan pesawat Garuda oleh teroris yang berasal dari Indonesia dan berhasil dilumpuhkan oleh pasukan Komando TNI AD di Don Muang.
Dari perkembangan namanya kemudian diubah menjadi Satuan 81 Penanggulangan Teror (Sat-81 Gultor). Dan pada periode 1995­ - 2001, Den-81 sempat dimekarkan jadi Group 5 Antiteror. Satuan ini dilengkapi dengan berbagai macam senjata khusus seperti Minimi 5,56mm, MP5 9mm, Uzi 9mm, Beretta 9mm, Galil, Colt M16A1/A4, SIG-Sauer 9mm, SPR dan beberapa jenis lagi sniper khusus. Kopassus merupakan satuan yang bercirikan daya gerak, daya tempur dan daya tembak yang tinggi. Mampu beroperasi dengan tidak tergantung pada waktu, tempat, cuaca atau kondisi medan yang bagaimanapun sulitnya di 3 matra (darat,laut maupun udara). Sebagai satuan khusus, Kopassus memiliki spesialisasi-spesialisasi kemampuan sesuai dengan bidang tugasnya untuk melaksanakan operasi khusus terhadap sasaran yang bersifat strategis terpilih. Kopassus dengan motto "Lebih Baik Pulang Nama Dari Pada gagal Dalam Tugas" selalu memberikan pengabdian yang terbaik untuk Nusa dan Bangsa. Prajurit Kopassus telah mengharumkan nama Bangsa Indonesia di mata Internasional dengan berbagai prestasinya seperti operasi pembebasan sandera di Mapenduma, pencapaian puncak gunung tertinggi di dunia Mount Everest, memecahkan rekor Asia dalam kerjasama di udara antar canopi (CRW) dengan formasi 17 penerjun bersusun tegak. Tantangan untuk selalu siaga mengamankan kedaulatan Bangsa tetap menghadang, Korps Baret Merah selalu siap hari ini dan hari esok, siang dan malam, jaya di darat laut dan udara. "Merah Baretku adalah Merah Darahku" yang siap tumpah membasahi bumi demi tetap tegaknya Sang Saka Merah Putih di pangkuan Ibu Pertiwi. Pendidikan Kopassus 5 kali lipat lebih ketat, keras, dan kejam daripada pendidikan Komando biasa. Sehingga ada yang mengatakan bahwa 1 orang Prajurit Kopassus, sama saja dengan 5 orang Tentara Reguler. Selain keahlian penggunaan senjata, satuan juga dilengkapi dengan kemampuan perang biologi dan kimia, penanggulangan bahan peledak, bajak udara. Peragaan serangan kilat Sat Gultor kesebuah gedung, penyelamatan sandera dan pelumpuhan kelompok teroris, yang dilakukan dari berbagai arah dengan personil yang terbatas, dan hanya dalam hitungan menit. Menggunakan bom kejut, peledakan akses masuk dan serangan mendadak. Selain itu dalam demo pada mock up pesawat dimana beberapa pejabat tinggi diperlakukan sebagai sandera. Saat penyelamatan, dilakukan uji ketepatan menembak yang sangat cepat dan tepat dikanan kiri tempat duduk dengan peluru tajam. Juga demo tembak runduk, oleh sniper yang tersembunyi pada jarak sekitar 400 meter, yang menembak sasaran berupa balon berdiameter 25 cm, semua langsung pecah dengan masing-masing satu tembakan, termasuk balon yang berada didalam lemari kaca. Dapat dipastikan bahwa Detasemen-81 terlibat didalam setiap operasi rahasia militer yang dilakukan oleh TNI seperti di Timor-Timur, Nanggroe Aceh Darussalam, Irian Jaya dll. Bahkan menurut beberapa sumber, saat maraknya pelanggaran perbatasan RI oleh Malaysia, satu peleton Sat-81 gultor ditugaskan ke perbatasan Kalimantan Timur untuk melakukan patroli intai jarak jauh (long range Recce mission) dan dikabarkan bahwa Malaysia menghentikan kegiatannya itu setelah mendengar selentingan kabar bahwa TNI mengirimkan satuan ini. Entah benar atau tidak kabar ini, yang jelas memang SAT-81 Gultor memang disegani di dunia. Itulah beberapa kemampuan Sat-Gultor yang menggiriskan. Satuan ini selalu siap dioperasikan dalam 24 jam, baik untuk penanggulangan teror, operasi intelijen-kontra intelijen, perang kota serta juga bajak udara. Video ini diambil dari link : http://youtu.be/bwASx76loEQ dan http://youtu.be/rujiEUceHs8 kemudian video ini telah didesign atau disunting dengan penambahan video dan musik Dragon Force, Through The Fire And Flames oleh Robie Bertenggers.




Sumber http://www.kopassus.mil.id/page.php?l...
http://umum.kompasiana.com/2009/08/21...
http://toparmour.blogspot.com/2011/03...

Loading...

When autoplay is enabled, a suggested video will automatically play next.

Up next


to add this to Watch Later

Add to

Loading playlists...