Loading...

Sampang dan Peradilan Sesat Episode 1

13,682 views

Loading...

Loading...

Loading...

Rating is available when the video has been rented.
This feature is not available right now. Please try again later.
Published on Aug 30, 2012

Sampang dan Peradilan Sesat

Fakta tak terbantahkan, Syiah sebagai sebuah mazhab telah diakui dalam dunia Islam sebagai bagian dari tubuh umat Islam, dan kenyataan tak ada negara yang secara resmi dan mengikat memberikan fatwa sesat terhadap ajaran Syiah. Dalam konteks Indonesia, Syiah dapat dianggap sebagai peletak fondasi dasar keislaman di Indonesia, dan merupakan penyebar agama Islam pertama di nusantara. Alkuturasi budaya Syiah dengan budaya lokal telah terbukti ada. Gus Dur sebagai tokoh Islam di Indonesia juga menyatakan NU adalah Syiah kultural.

Akan tetapi Kenyataaan itu telah dinodai oleh sebuah upaya kriminalisasi secara sistematis kepada Ust.Tajul dan ajaran syiah yang berasal dari Omben, Sampang Madura yang berujung pada fonis 2 tahun penjara, dengan dalil penodaan agama. Aktor intelektual dibalik kriminalisasi ini adalah Bupati Sampang, Bakesbang, Kapolres Sampang, Kapolda Jatim, MUI Sampang, saksi Ahli Zein Al-Kaf, Basra, Hakim, Purnomo Amin Cahyo, Jaksa, Sucipto.

Kamis 29 Desember 2011, terjadi peyerbuan terhadap pesantren Misbahul Huda Pimpinan Ustad Tajul Muluk di Omben Sampang Madura. Kompleks pesantren dibakar, 3 rumah dibakar dan harta benda dijarah dengan total kerugian sekitar Milyaran. Karena tidak adanya jaminan keamanan maka terjadi pengungsian 335 jiwa terdiri dari 107 anak dan 228 dewasa dan lanjut usia.

Penindasan terhadap kaum minoritas ini dapat memberi dalil baru bagi kelompok tertentu yang anti-Syiah dan yang kerap melakukan kekerasan verbal dan fisik untuk terus memberangus dan menekan Muslim Syiah di pelbagai tempat di Indonesia. Dan bagi Muslim Syiah, kasus kriminalisasi dengan dalil penodaan agama yang menimpa Ustad Tajul Muluk bisa menimbulkan efek berantai yang mencemaskan bahkan mungkin membahayakan bagi eksistensi Muslim Syiah di Indonesia. Jika ini terus terjadi dan negara terus abai maka yang terjadi adalah penindasan permanen, dan pembersihan etnis (genocide) tinggal menunggu waktu.

Comments are disabled for this video.
When autoplay is enabled, a suggested video will automatically play next.

Up next


to add this to Watch Later

Add to

Loading playlists...