Upload

Loading...

I La Galigo Berlabuh Di Makassar.FLV

9,581 views

Loading...

Loading...

Loading...

Rating is available when the video has been rented.
This feature is not available right now. Please try again later.
Uploaded on Apr 23, 2011

I La Galigo Berlabuh Di Makassar Yang Di Sutradarai Oleh Robbin Wilson YangTerinspirasi Dar Sureq Galigo Yg Berlangsung Di Benteng Fort Rotterdam Makassar 23-24 April 2011 Mulai Pukul 18:30 WITA Setelah melanglang dunia lima tahun terakhir, pentas teater kelas dunia I La Galigo akhirnya berlabuh di kota kelahirannya, Makassar. Pementasan ini akan berlangsung di Fort Rotterdam, 23-24 April mendatang berkat prakarsa Tanri Abeng, Yayasan Bali Purnati, Pemerintah Kota Makassar , dan Change Performing Arts (Italia).

Pementasan I La Galigo terinspirasi dari Sureq Galigo, hikayat kepahlawanan di Sulawesi Selatan. Lakon ini dipentaskan pertama kali di Singapura pada tahun 2003, lalu menyusul di antaranya di Amsterdam, Barcelona, Madrid, Lyon, New York, dan di Jakarta pada tahun 2005.

Di Makassar, pentas akan digelar dalam format opera di ruang terbuka dengan durasi dua sampai 2,5 jam. Setidaknya seratus pendukung acara, termasuk seniman Sulawesi Selatan, akan dilibatkan.

Penyelenggara saat ini masih mensurvei lokasi untuk menyiapkan detail tata panggung dan pencahayaan. Geladi bersih diperkirakan bisa dihelat dua minggu sebelum pementasan.

Sempat timbul kekhawatiran I La Galigo akan kehilangan rohnya setelah penari Coppong Daeng Rannu meninggal tahun lalu. "Kami juga masih mencari penari di Gowa, Bone, dan seluruh wilayah," ujar Restu Kusumaningrum, produser I La Galigo dalam jumpa pers, Kamis (24/2/2011).

Kehadiran I La Galigo di Makassar merupakan penghormatan bagi mereka yang membuat epos ini dikenal hingga dunia. Tanri Abeng berhasil meyakinkan sutradara Robert 'Bob' Wilson untuk mementaskannya di Makassar.

Pagelaran ini diharapkan bisa menarik wisatawan untuk datang. Tanri berkomitmen untuk juga membangun perpustakaan dan museum I La Galigo yang lebih lengkap untuk menambah khazanah kebudayaan Sulawesi Selatan.

Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengatakan pementasan I La Galigo bisa secara perlahan menghapus citra Makassar sebagai kota yang rusuh.

I La Galigo bersumber dari naskah Sureq Galigo yang ditulis dalam huruf lontara. Naskah asli berada di Leiden, Belanda, dengan tebal 6.000 halaman. Penerjemahan secara utuh sudah dilakukan oleh M Salim, dosen fakultas seni dan desain Universitas Negeri Makassar. Salim membutuhkan waktu lima tahun dua bulan untuk menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia.

Dari 24 jilid yang diterjemahkan, baru dua jilid yang diterbitkan. Adapun pentas teater akan menampilkan tari, musik, dan dialog berbahasa Bugis klasik.

  • Category

  • License

    • Standard YouTube License

Loading...

When autoplay is enabled, a suggested video will automatically play next.

Up next


to add this to Watch Later

Add to

Loading playlists...