Loading...

Qasidah Rebana Miftahul Khoir

45,984 views

Loading...

Loading...

Loading...

Rating is available when the video has been rented.
This feature is not available right now. Please try again later.
Published on Nov 18, 2010

Qasidah Rebana Miftahul Khoir, Kp. Cikurantung

Rebana adalah gendang berbentuk bundar dan pipih. Bingkai berbentuk lingkaran dari kayu yang dibubut, dengan salah satu sisi untuk ditepuk berlapis kulit kambing.

Rebana yang kita kenal di masyarakat adalah suatu kesenian tradisional yaitu berupa alat musik untuk mengiringi lagu-lagu bernafaskan islami atau yang sering kita kenal dengan nama Qasidah.

Nah, di Kec. Selaawi sendiri, kesenian Rebana/Qasidah sudah dikenal dan dimainkan di sebagian besar wilayah Kec. Selaawi. Biasanya ditampilkan dalam acara-acara peringatan hari besar Islam dan di Kec. Selaawi sendiri Qasidah Rebana suka ada tiap tahunnya. Selain sebagai warisan budaya, rebana juga bisa dijadikan sebagai sarana dakwah, karena syair-syair dari qasidah itu sendiri adalah berupa ajakan untuk kebaikan sesuai dengan ajaran Allah dan nabi-Nya.

Tapi, sayangnya ya entah karena merasa gengsi atau apa, sehingga rebana/qasidah sekarang sudah jarang yang meminatinya. Apalagi bagi para remaja, muda/mudinya. Kayanya wegah buat mainin tu rebana. Yang ada sekarang Ibu-ibu pengajian yang lagi demen2nya mainin tu rebana. Contohnya ga usah jauh2, di tempatku sendiri juga kaya gitu. Dulu mah, dari anak-anak mpe tua-tua, pada seneng banget mainin rebana, bahkan aku sendiri juga sampe hafal. Remajaku dulu bahkan punya grup rebana sendiri, dan sering tampil di acara2 peringatan Hari Besar Islam. Bukan hanya di daerah sendiri, bahkan sering mendapat panggilan untuk tampil di daerah lain. Tapi sekarang, anak-anak, remaja, muda/mudi sudah ga ada lagi yang mau mainin rebana. Tapi alhamdulillh, Anak - anak pengajian masih semangat buat belajar mainin rebana. :)

Seni qasidah lahir bersamaan dengan kelahiran Islam. Untuk pertama kalinya, qasidah ditampilkan oleh kaum Anshar (penolong Nabi Muhammad saw. dan sahabatĀ­-sahabatnya dari kaum Muhajirin dalam perjalanan hijrah dari tanah kelahirannya (Makkah) ke Yatsrib (Madinah). Pada saat itu beberapa kaum Anshar menyambut kedatangan Nabi dan mendendangkan lagu-lagu pujian diiringi dengan lantunan musik rebana.

Mudah-mudahan, rebana/qasidah tetep terus berkembang dan tetep tumbuh di Kec. Selaawi, karena selain sebagai warisan budaya, juga sebagai ladang dakwah untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang tentunya bermanfaat buat masyarakat.

  • Category

  • License

    • Standard YouTube License

Loading...

When autoplay is enabled, a suggested video will automatically play next.

Up next


to add this to Watch Later

Add to

Loading playlists...