Loading...

Cottage Ramah Lingkungan di Bali Utara

5,581 views

Loading...

Loading...

Loading...

Rating is available when the video has been rented.
This feature is not available right now. Please try again later.
Published on Apr 3, 2011

Apakah Bali hanya tentang musik? Tarian? Atau pariwisata? Sebenarnya tidak hanya itu.
Puri Lumbung Cottage adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk menjawab beberapa isu yang dihadapi Bali.

[Nyoman Bagiarta, Pemilik Puri Lumbung Cottage]:
"Pariwisata memiliki ketergantungan dengan lingkungan dan alam. Jadi kita harus saling menjaga agar kita dapat bertahan dalam jangka panjang. "

Saat perkembangan ekonomi Bali terpusat di daerah pantai, situasi di pegunungan sangat berbeda.

[Nyoman Bagiarta, Pemilik Puri Lumbung Cottage]:
"Pariwisata hanya menawarkan pekerjaan bagi mereka yang berpendidikan. Untuk orang lokal, tidak ada cara untuk mendidik, jadi mereka tak bisa masuk pasar kerja."

Nyoman Bagiarta, yang adalah mantan direktur salah satu sekolah hotel di Bali, memulai proyek Puri Lumbung pada tahun 1992 dengan tujuan untuk menyeimbangkan kepentingan komersial dan etika di pulau Dewata.

[Nyoman Bagiarta, Pemilik Puri Lumbung Cottage]:
"Kami mencoba untuk membuat sebuah proyek kecil di utara untuk melestarikan lingkungan desa. Hotel dapat menjadi penghubung, dengan menawarkan masyarakat lokal untuk aktif dan terlibat dalam kegiatan wisata."

Cottage ini terletak di wilayah pegunungan Desa Munduk, Bali Utara. Di hamparan pemandangan yang indah, puluhan villa telah dibangun untuk turis, termasuk fasilitas lainnya seperti pusat yoga, pusat latihan menari dan lain-lain.

[Dewi Febriyanthi, Instruktur Tari, Puri Lumbung Cottage]:
"Perasaan bisa tampil di sini sangat menyenangkan karena fasilitas untuk latihan di sini sangat mendukung."

Selain menawarkan pendidikan dan beasiswa di bidang pariwisata dan tari, hotel ini juga mengundang warga dari desa sekitar untuk memperkenalkan budaya kepada wisatawan.

[Putu Martina, Pemain Gamelan]:
"Hotel ini sangat menunjang bagi masyarakat Munduk."

[Ibu Amini, Juru Masak]:
"Tamunya sangat senang sekali dengan masakan saya."

Setelah serangkaian masalah lingkungan, penggundulan hutan hingga kelebihan penanaman bunga, mata air dikawasan itu mulai hilang karena erosi. Nyoman Bagiarta merasa ia harus melakukan sesuatu, hingga ia memutuskan untuk bekerja sama dengan petani setempat.

Solusi mereka adalah menanam pohon kopi dan pohon langka untuk memperkuat struktur tanah dan memelihara kondisi air di sekitarnya.

[Petani Lokal]:
"Manfaatnya proyek ini, beliau ingin menanam kopi dan melindungi air, beliau ingin melindungi air."

Sejak itu, proyek ini telah menghasilkan pendapatan baru bagi petani, dan air telah kembali.

[Nyoman Bagiarta, Pemilik Puri Lumbung Cottage]:
"Tanggapan dari alam sangat positif. Air lebih besar sekitar sepuluh kali lipat sejak pertama kita mulai."

Respon dari pengunjung juga sangat positif.

[Jason Navota, Wisatawan dari AS]:
"Ini sesuatu yang saya dukung dan yakini, ini sangat baik."

[Linda Lukies, Wisatawan dari Australia]:
"Hidangannya menakjubkan, lihat berkeliling dengan hamparan sawah berteras."

[Lo Bouwense, Wisatawan dari Belanda]:
"Ini sangat berbeda, jika Anda datang ke Bali, Anda harus ke sini."

[Nyoman Bagiarta, Pemilik Puri Lumbung Cottage]:
"Mempertahankan alam berarti menjaga diri kita sendiri. Jika kita membunuh alam, itu berarti kita bunuh diri. Harakiri."

NTD News, Munduk, Bali.

Loading...

Advertisement
When autoplay is enabled, a suggested video will automatically play next.

Up next


to add this to Watch Later

Add to

Loading playlists...