Loading...

"Alleluya Bait Pengantar" dlm Misa Syukur Radio Sonora Palembang bersama bpk Uskup.

185 views

Loading...

Loading...

Loading...

Rating is available when the video has been rented.
This feature is not available right now. Please try again later.
Published on May 22, 2012

Radio Sonora Palembang mengadakan Misa Syukur bersama Bapak Uskup Agung Palembang.

Misa diselenggarakan pada hari Senin, 21 Mei 2012 pada pk.19.00 bertempat di Kantor dan Studio Radio Sonora di Jalan Angkatan 45, Lrg Harapan I No.23 Palembang.

Perayaan Ekaristi ini diadakan dalam rangka Ulang Tahun yang ke 43 Radio Sonora Palembang yang jatuh pada tgl. 20 April 2012 sekaligus sambung rasa dengan para pengusaha Katolik dan Keuskupan Agung Palembang.

Misa Kudus dipimpin oleh bapak Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso, SCJ dibantu oleh romo Fransiskus de Sales, SCJ sebagai Delegatus Komsos Keuskupan Agung Palembang.
Selain para pengusaha Katolik, hadir pula dalam Misa Kudus ini para anggota OMK Paroki Santo Yoseph Palembang.

Sesudah Misa diputarkan Presentasi sejarah Radio Sonora Palembang sejak berdirinya hingga sekarang. Radio ini berdiri pada 20 April 1969 oleh para Mahasiswa Universitas Atmajaya yang pada saat itu didirikan di Palembang. Beberapa mahasiswa Atmajaya dengan inisiatif pastor RWM van Leeuwen, SCJ dengan modal nol mulai mendirikan Radio Atmajaya. Pada waktu itu memang banyak radio radio didirikan dan sifatnya masih amatir karena belum dikelola dengan manajemen yang baik. Mereka berdiri hanya karena hobi semata tanpa ada iklan apalagi remunerasi atau gaji. Malahan para pendiri dengan person2 yang menjadi penyiar dan bagian tekhnik harus mengeluarkan biaya sendiri demi untuk mengekspresikan hobinya dan dapat didengar oleh banyak orang.
Nah Radio Atmajaya termasuk diantaranya.

Semula nama yang dipakai adalah RADIO SUARA ATMAJAYA. Dan siarannya menggunakan frekuensi SW atau Short Waves. Karena berada pada frekuensi SW siaran radionya dapat diterima sangat jauh. Radio Suara Atmajaya pernah mendapatkan surat dari pendengarnya yang tinggal di Singapore, Malaysia dan Filipina.
Melihat bahwa siaran radio2 yang masih amatir tsb bisa diterima di luar negeri sehingga dapat mempengaruhi stabilitas negara, Pemerintah Orde Baru membuat Regulasi untuk mengatur siaran radio2 yang banyak sekali didirikan saat itu.
Maka terbitlah Peraturan Pemerintah No.55 tahun 1970 yang mengharuskan siaran radio berbentuk badan hukum. Maka seluruh radio siaran diseluruh Indonesia bebenah diri dengan mendirikan sebuah Perseroan Terbatas didepan Notaris. Disahkan oleh Menteri Kehakiman RI dan masuk Lembaran Negara. Kemudian PT ini harus didaftarkan kpd Departemen Penerangan setempat yang terlebih dahulu harus mendapatkan rekomendasi dari Gubernur/Bupati. Setelah itu harus mendapatkan izin siaran dari RTF (Radio Televisi dan Film) bagian dari Depen RI. Setelah itu harus meminta alokasi frekuensi dari Depparpostel direktorat Frekuensi. Setelah mendapatkan Izin siaran dari RTF dan izin frekuensi dari Ditfrek Parpostel, barulah radio itu boleh menyelenggarakan siarannya.
Radio Suara Atmajayapun berbadan hukum resmi dan namanya berubah menjadi PT RADIO SUARA GEMA ATMAJAYA dan menyelenggarakan siarannya pada frekuensi AM (Amplitudo Modulasi) atau MW (Middle Waves). Antenanyapun harus berubah dari DIRECTIONAL menjadi OMNI DIRECTIONAL. Tujuan pemerintah saat itu agar supaya siaran radio tidak dapat mencapai jauh sehingga dengan mudah dapat diatur oleh negara.
Nah sejak saat itu radio2 mulai berlomba melakukan peningkatan2 pada pengelolahan manajemennya dan berlomba2 mencari iklan untuk kehidupan radionya. Karyawanpun mendapatkan gaji dan bisa hidup dengan cukup pantas.

Melihat geliat perkembangan perekonomian dalam pengelolahan radio, radio Atmajaya pun mengajak Radio Sonora Jakarta untuk bekerja sama. Ajakan ini mendapat sambutan dan terjalinlah hubungan kerja sama antara Atmajaya Palembang dengan Sonora Jakarta.
Melihat perkembangan tekhnologi FM yang siarannya dapat diterima lebih bersih daripada AM, dengan bantuan Radio Sonora maka Radio Atmajayapun mulai siaran melalui FM pada tahun 1990.
Namun mengingat bahwa kompetiter di bidang siaran radio semakin banyak dan keras, maka penyebutan nama panggilan Radio Atmajaya diubah menjadi Radio Sonora Palembang.

Untuk mendapatkan info yang lebih lengkap dapat menghubungi Station Manager Radio Sonora Palembang yaitu sdr. YBF Embun Hendrodjati.
Telpon Radio Sonora: 0711379026 atau 0711359148.


Palembang, 21 Mei 2012.
Berita, foto dan video oleh:
Herman L. A. Lagaunne

Loading...


to add this to Watch Later

Add to

Loading playlists...