Upload

Loading...

Tarif Dasar Listrik Naik, PLN Gencar Sosialisasikan Listrik Pra Bayar

1,978 views

Loading...

Loading...

Loading...

Rating is available when the video has been rented.
This feature is not available right now. Please try again later.
Uploaded on Jul 20, 2010

Dalam event Jakarta Fair 2010, PLN memamerkan peralatan meteran listrik pra bayar, yang diperkenalkan pada para pelanggannya setahun lalu. Konsep ini memungkinkan warga untuk membatasi penggunaan listrik sesuai dengan nilai voucher serta mengontrol anggaran mereka, sebagai solusi dari kenaikan tarif dasar listrik di Indonesia.

[Tubagus Nizamudin, PLN]:
"Kenaikan TDL tidak bisa kita hindari ternyata, ini memang keputusan pemerintah lewat DPR per 1 Juli 2010. Ini (listrik pra bayar) adalah sebuah solusi, mari kita sama-sama jangan ragu-ragu untuk menggunakan meter pra bayar, baik teman-teman yang sudah existing menjadi pelanggan, ataupun yang akan pasang baru atau tambah daya, jangan ragu-ragu untuk pindah ke pra bayar, semuanya mudah, artinya apa? Pakai dikiit bayar irit, dan kendalinya ada di pelanggan semua, tidak ada lagi biaya beban dan sebagainya, jauh lebih baik, jadi solusi masalah tanpa masalah."

Konsep ini mirip dengan konsep pulsa pra bayar untuk telepon genggam, namun uniknya, ia bisa mengeluarkan alarm cahaya dan suara jika pulsa hampir habis.

[Krisdaryadi, Pengunjung Pameran]:
"Paling tidak kalau dengan voucher kita bisa menghitung, kita mau pakai berapa lama dari voucher yang sudah kita beli, itu bisa kita kendalikan betul, apalagi di meteran kan kelihatan, dari voucher yang kita masukkan berapa, tersedia berapa kwh itu kan kelihatan, nah mungkin dengan begitu bisa lebih irit harusnya, bisa kita kendalikan."

PLN sendiri menargetkan penambahan sebanyak 100,000 pelanggan listrik pra bayar untuk tahun 2010 ini. Promosinya, pelanggan akan dibebaskan dari biaya abonemen dan tak perlu kuatir akan beban listrik yang tidak digunakannya.

[Krisdaryadi, Pengunjung Pameran]:
"Kita juga tidak bingung-bingung kalau misalkan mungkin kita pergi ke suatu tempat, rumahnya dipakai orang lain, kalau dengan abonemen kan kita masih mikir, kalau dikontrak orang misalkan rumahnya, kita mikir nanti setelah mereka pergi bisa meninggalkan biaya yang tidak terbayar, kalau dengan begini kan mereka tinggal beli voucher, jadi pemilik juga tidak khawatir apakah nanti ada kelebihan rekening atau tidak."

Kenaikan tarif dasar listrik yang diberlakukan pemerintah Indonesia per 1 Juli lalu masih mengundang protes dari masyarakat. Kenaikan ini telah memicu harga berbagai jenis kebutuhan pokok melambung, dan dikhawatirkan akan membawa gelombang PHK bagi perusahaan yang tak mampu menekan biaya produksinya.

Sunardi, NTD, Jakarta.

Loading...

Advertisement
When autoplay is enabled, a suggested video will automatically play next.

Up next


to add this to Watch Later

Add to

Loading playlists...