Loading...

Hal Ini Buat BASARNAS Tak Berani Angkat KM Sinar Bangun Pertimbangkan Keselamatan

7,373,496 views

Loading...

Loading...

Loading...

Rating is available when the video has been rented.
This feature is not available right now. Please try again later.
Published on Jun 30, 2018

Setelah 12 hari melakukan pencarian, Tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, (Basarnas) berhasil menemukan Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di dasar Danau Toba, Sumatra Utara, Jumat (29/6/2018). Menurut Kepala Kantor Sar Medan Budiawan, penemuan itu berkat penggunaan robot dalam air (ROV).

Saat ini, tim Basarnas tengah membahas dua pilihan kelanjutan kapal karam itu. Budiawan menjelaskan, pilihan pertama yang mungkin diambil adalah mengangkat kapal meski memakan waktu.

Kedua, tetap membiarkan kapal dan merelakan jasad para korban tetap di dalam Danau Toba. Jika opsi kedua yang diambil, akan dilakukan tabur bunga untuk mendoakan para korban.

Ia menjelaskan, opsi kedua itu muncul setelah mempertimbangkan berbagai hal. Salah satunya kondisi Danau Toba yang sangat dalam.

"Kami harus pikir matang-matang soal keselamatan, bagaimana kami menolong obyek ini. Nantinya opsi ini akan dirundingkan dengan Basarnas, Pemkab, dan keluarga korban," ujar Budiawan, Jumat (29/6/2018) seperti dikutip dari Tempo.co.id

Geolog lulusan UGM, Yogyakarta Rovicky Dwi Putrohari menjelaskan, Danau Toba adalah kaldera alias lubang kawah. Danau itu terbentuk karena letusan gunung api. Letusan maha dahsyat yang terjadi sebelum ada manusia itu membuat danau itu jadi sangat dalam.

Rovicky menjelaskan, jasad para korban itu tak mengapung. Sebab, jika korban tenggelam di air dangkal, kira-kira 10 meter, mereka bisa mengambang lagi, Tapi jika tenggelam di kedalaman 400 meter, jasadnya tak kembali ke permukaan.

Selain itu, dengan air tawar yang memenuhi isi danau itu membuat jasad para korban tenggelam. Sebab berat jenis air tawar lebih rendah dibanding manusia.

Senin lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap kapal itu bisa segera diangkat jika sudah ditemukan.

Dengan diangkat, maka jenazah para korban bisa ditemukan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bisa mengevaluasi penyebab tenggelamnya kapal tersebut.

"KNKT dapat mengevaluasi apa jenis bentuk rancang bangun kestabilan yang ada pada kapal itu memenuhi syarat atau tidak seperti dikutip dari Kompas.com.

Di samping itu, dengan diangkat, kapal itu juga bisa diperiksa dari sisi administrasinya. Maka, Budi menilai pengangkatan bangkai KM Sinar Bangun sangat penting.

Loading...

Advertisement
When autoplay is enabled, a suggested video will automatically play next.

Up next


to add this to Watch Later

Add to

Loading playlists...