Loading...

rasa sayangé, pantun adik ni Nyoman Sudiati

1,170 views

Loading...

Loading...

Loading...

Rating is available when the video has been rented.
This feature is not available right now. Please try again later.
Uploaded on Aug 16, 2007

pantun lirik Nyoman Sudiati, Penatih, Denpasar Bali

anak cina membeli bedak, bedak dibeli dari Tarakan, wahai Bli orang bijak, bila salah tolong tunjukkan

besar ombak bangka hulu, orang berlayar ke suranti, makan tak enak tidur tak mau, mabuk karena sakit depressi;

Sapu tangan bersegi empat, berhias bunga kembang ratna, luka tangan dapat diobat, luka hati membawa sengsara;

masaklah buah manggis di hutan, berkutik pula buah mengkudu, luka ditangan kelihatan, luka dihati siapa tahu;

sungguh tajam daun mengsiang, tumbuh didekat tepi danau, kami berpantun bukanlah girang, untuk mengobat hati yang rindu;

makan kentang makan tebu,diukir dikayu jati, hatiku bimbang dan ragu, berpikir pikir didalam hati;

harum baunya sibunga tanjung, wanginya sampai melintas gunung, bli tapa kuanggap sebagai payung, hujan dan panas tempat berlindung;

encik amat tukang pedati, orang bugis naik perahu, kami menangis didalam hati, tidak seorangpun yang tahu;

meski pandan akar terjulai, dipetik anak kampung sebelah, meski jenggot menyapu lantai, tidak ada manusia yang tak salah;

sangat tinggi pohon cemara, tumbuh dekat pohon ampelas, surat ini harap dibaca, habis dibaca harap dibalas.

merpati terbang sekawan, telur puyuh saya dadar, berpisah nyawa dengan badan, cinta tidak akan pudar.

kalau dapat sapa menyapa, ku umumkan ku beritahu, kalau dapat kata berkata, dalam hati Tuhan yang tahu;

pohon tomat pohon keladi, slalu ditunggu adik Man Sudi, mohon maaf saya abdi, bila mengganggu hati bli.

dari Paris bli menjawab pantun adikku (Nyoman Sudiati , no.3 dari 8 anak ibu Nurani & i Gede Madera, jln Gunung Merapi 3, Br.Pemedilan dajan Pura Penambangan Badung):
enak rasa sayur asem/ pecel, rebus télo pisang keladi, jangan tersiksa jangan mésem/menyesel, yang terjadi jadi kemudi.
bagaimana cara? renungkan apa yang dilihat dan didengar, periksa dua kali, dua mata dua telinga, ucapkan sekali , satu mulut menyebut menyambut yang merengut

Loading...

When autoplay is enabled, a suggested video will automatically play next.

Up next


to add this to Watch Later

Add to

Loading playlists...