Loading...

Video Terkocak 2012 Perang BAGONG PETRUK

1,520 views

Loading...

Loading...

Loading...

Rating is available when the video has been rented.
This feature is not available right now. Please try again later.
Published on Nov 17, 2012

Video Terkocak 2012 (Punokawan Junior Main Reog) Wakakakakakkk
Video tersebut merupakan cuplikan acara Pagelaran Seni dan Budaya Majelis Faletehan
yang di prakarsai oleh budayawan muda Habib Asyhari Al Adzomat Khon yang bertempat tinggal di Karangwuni - Weru - Sukoharjo

Selain sebagai pendakwah ternyata kepedulian Habib terhadap seni dan budaya jawa mampu menjadi generik seniman lokal untuk kembali berkiprah di muka umum dalam rangka mempertahankan eksistensi budaya jawa yang kental dengan keindahan, keunikan dan bersimbulkan ketentraman.....
dan untaian Terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan pula kepada Pengasuh Paguyuban Reog Ki Ageng Sedo Kreo yang telah berperan penuh dalam mensukseskan acara tersebut......

SEJARAH SINGKAT
REOG KI AGENG SEDO KREO

Ki Ageng Sedo Kreo semasa mudanya bernama Tumenggung Syuro Sentono, pada masa sebelum runtuhnya kerajaan Majapahit beliau merupakan abdi dalem keraton yang berperan aktif membantu Raja Brawijaya V (Bhre Kertabumi) dalam menumpas berbagai pemberontakan di wilayah kekuasaan kerajaan Majapahit. Maka tidak heran jika pada masa itu Ki Ageng Sedo Kreo-pun memiliki hubungan akrab dengan Ngarso Dalem Sunan Betoro Katong (Ponorogo) yang ketika itu di nobatkan sebagai putra mahkota pewaris tunggal Kerajaan Majapahit.

Saat runtuhnya Kerajaan Majapahit yang di tandai dengan Suryo Sengkolo Sirno Kertaning Bumi, sebagai seorang kesatria sekaligus prajurit kerajaan yang menjunjung tinggi nilai -- nilai pengabdian. Ki Ageng Sedo Kreo dengan segala kewaskitaan dan aji linuwih (kesaktiaannya) dengan setia mendampingi Raja Majapahit Brawijaya V (Bhre Kertabumi) pada masa pelariannya di daerah Gunung Lawu.

Setelah Raja Majapahit Brawijaya V (Bhre Kertabumi) di nilai aman dalam persembunyiannya di di daerah Gunung Lawu, akhirnya Ki Ageng Sedo Kreo mendapat perintah dari sang Raja untuk turun gunung mencari pekarangan (lahan) untuk hidup bersama anak dan istrinya atau dalam istilah jawa disebut babat alas. Hingga akhirnya Ki Ageng Sedo Kreo bersama anak dan istrinya menemukan wilayah aman yakni di suatu lembah yang di kitari oleh bukit arangan dan bukit gunung sari yang kemudian hari disebut dukuh Karangwuni.

Dari darah heroisme seorang prajurit penunggang kuda (kavaleri) yang di miliki oleh Ki Ageng Sedo Kreo membuatnya berinisiatif membuat kreasi seni tarian penunggang kuda yang menggambarkan keberanian seorang prajurit penunggang kuda saat menghadapi musuh di medan pertempuran. Dengan harapan kelak jiwa -- jiwa heroisme dan kasatrian itu dimiliki pula oleh seluruh keturunannya. Kemudian hari tarian prajurit penunggang kuda seni kreasi Ki Ageng Sedo Kreo tersebut di lestarikan oleh para keturunannya hingga saat ini.

Tarian prajurit penunggang kuda seni kreasi Ki Ageng Sedo Kreo dimainkan oleh 6 penari dengan menggunakan properti berupa kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu. Adapun untuk mengiringi tarian di gunakan gamelan jawa terdiri dari kendang, kempul dan bonang.

Pada masa penjajahan Portugis (VOC) di pulau jawa, seni kreasi tarian penunggang kuda warisan Ki Ageng Sedo Kreo di kenal dengan nama Reog Ki Ageng Sedo Kreo, yang pada masa itu sempat di jadikan sebagai pegelaran apresiasi seni pribumi karangwuni dalam mendukung pasukan berkuda Pangeran Diponegoro saat melawan penjajah.

Terlepas benar atau tidaknya Sejarah verbal Reog Ki Ageng Sedo Kreo, tarian prajurit penunggang kuda seni kreasi Reog Ki Ageng Sedo Kreo tidak hanya berhenti sebagai warisan budaya leluhur saja, akan tetapi di balik rahasia kreasi seni tersebut memiliki pengaruh magis yang luar biasa, beberapa di antaranya adalah pembentukan jiwa heroisme dan patriotisme sehingga mampu merefleksi pribumi karangwuni untuk selalu mewarisi budaya supranatural tersebut dari generasi ke generasi berikutnya.

PASEBAN KI AGENG SEDO KREO
(Paguyuban Seni dan Budaya Warisan)

Dukuh : Karangwuni, Desa : Karangwuni, Weru - Sukoharjo
by : Santri Faletehan

  • Category

  • License

    • Standard YouTube License

Loading...

When autoplay is enabled, a suggested video will automatically play next.

Up next


to add this to Watch Later

Add to

Loading playlists...