Loading...

DR.H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO - HARI PANCASILA 1 JUNI

5,558 views

Loading...

Loading...

Loading...

Rating is available when the video has been rented.
This feature is not available right now. Please try again later.
Published on Jun 6, 2011

REVITALISASI PANCASILA
cuplikan Pidato Presiden RI
Bapak DR.H.Susilo Bambang Yudhoyono -- 1 Juni 2011
............. saya telah meminta BPS untuk melakukan survei tentang apa dan bagaimana rakyat kita memandang Pancasila sekarang ini, survei ini penting sebelum kita melakukan kebijakan strategi dan cara-cara yang efektif dalam melaksanakan refitalisasi Pancasila nanti, survei BPS ini dilaksanakan tanggal 27 s/d 29 Mei 2011, mengambil sample 12.056 responden tersebar di 181 Kab./Kota di 33 Provinsi di seluruh Indonesia, methode yang dilakukan wawancara langsung atau tatap muka.
Siapa yang wawancarai saudara-saudara 12.056 responden itu, pelajar dan mahasiswa, Ibu rumah tangga, petani & nelayan, guru dan dosen, PNS, Polri dan TNI, tenaga profesional, pengusaha, Anggota DPRD dan lain-lain.
Apa hasilnya ? hasil survei yang penting adalah
pertama, 79,26 % : masyarakat berpendapat Pancasila penting untuk dipertahankan;
kedua, 89 % : masyarakat berpendapat bahwa berbagai macam permasalahan bangsa, menurut mereka, seperti tauran antar pelajar, komplik antar kelompok masyarakat, antar umat beragama, antar golongan dan etnis, karena kurangnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari;
yang ke-tiga, ketika ditanya bagaimana cara yang paling tepat agar masyarakat memahami dan menjalani nilai-nilai Pancasila :
jawabannya adalah
30 % berpendapat melalui pendidikan;
19 % melalui contoh dan perbuatan nyata para pejabat pemerintahan dan pejabat negara, pusat daerah;
14 % melalui contoh dan perbuatan nyata para tokoh masyarakat;
13 % melalui penataran;
12 % melalui media masa;
10 % melalui ceramah keagamaan, itu pendapat mereka.
sedangkan yang ke-empat, atau yang terakhir dari hasil yang penting, ketika di tanya siapa yang seharusnya melakukan edukasi dan sosialisasi Pancasila;
43 % menjawab, sebaiknya dilaksanakan oleh para guru dan dosen;
28 % oleh tokoh masyarakat dan pemuka agama;
20 % berarti 1 dari 5 orang, oleh badan khsusus yang bisa dibentuk oleh pemerintah semacam BP7;
3 % oleh elit politik.
Saudara-saudara saya ingin menambahkan hasil survei lain, saya juga mendapatkan informasi tentang hasil survei oleh lembaga survei yang menyangkut pendapat publik tentang issu negara berdasarkan agama yang mencuat akhir-akhir ini, mereka berpendapat, sekitar 75 % , mekan mengatakan keinginan untuk mendirikan dan adanya gerakan politik negara berdasarkan agama itu tidak dibenarkan, dan itu tidak boleh dibiarkan.
Saudara-sudara tentu saja hasil, hasil survei ini bukan menjadi satu-satunya faktor dalam melakukan langkah kita untuk melakukan revitalisasi Pancasila. Namun pendapat dan aspirasi rakyat seperti itu mestilah kita perhatikan dan kita petimbangkan secara seksama, kita ingin tentunya, langkah dan cara revilalisasi Pancasila itu benar-benar efektif, bisa diterima oleh masyarakat luas, dan tidak kontraproduktif,
sebagai contoh -- saya telah mengitrusikan Mendiknas dan menteri terkait lainnya, untuk segera merumuskan dan kemudian menjalankannya, edukasi nilai-nilai Pancasila, dengan methode yang paling efektif, apakah melalui pengajaran formal atau melalui kegiatan ekstra kulikuler, atau melalui gerakan Pramuka, ataupun melalui wahana senibudaya yang bisa diikuti oleh masyarakat luas.
Hadirin sekalian, Saudara-saudara setanah air
Itulah bagian ke-dua, pikiran-pikiran kita untuk memastikan bahwa langkah-langah Revitalisasi Pancasila itu akan berjalan secara efektif,
Akhirnya, saya telah menyampaikan dua substansi utama dalam pidato ini, pertama tadi adalah refleksi dan kontenflasi pikiran-pikiran besar Bung Karno, kemudian yang ke-dua, adanya keperluan bagi kita untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila melalui cara-cara yang efektif dan perlu kita gasir bawahi, melalui edukasi, sosialisasi, dan keteladanan.
Dan pada kesempatan yang baik ini hadirin yang saya mulyakan, saya ingin mengikatkan kembali, bahwa Pancasila bukanlah doktrin yang yang dokmati tetapi sebuah living idiologi, sebuah working idiologi, sebagai idiologi yang hidup dan terbuka Pancasila akan mampu mengatasi dan melintasi dimensi ruang dan waktu, saya yakin, namun satu hal yang pasti, yang ingin saya teguhkan dalam kesempatan ini bangsa Indonesia mesti teguh dan tegas terhadap pentingnya Pancasila sebagai Dasar dan Idiologi Negara.
Marilah saudara-saudara semakin bersatu melangkah bersama dan bekerja lebih keras untu membangun negeri ini kearah masa depan yang lebih baik berdasarkan Pancasila, sekian terima kasih.

Jakarta, Rabu 1 Juni 2011
My Doc : Simon Mulyadi

  • Category

  • License

    • Standard YouTube License

Loading...

When autoplay is enabled, a suggested video will automatically play next.

Up next


to add this to Watch Later

Add to

Loading playlists...