Loading...

kapitalisme merusak tatanan kehidupan masyarakat

7,527 views

Loading...

Loading...

Loading...

Rating is available when the video has been rented.
This feature is not available right now. Please try again later.
Published on Oct 20, 2012

Kita sepakat bahwa kapitalisme adalah sistem yang merusak tatanan kehidupan masyarakat. Dari semua kerusakan yang ditimbulkannya, Kapitalisme telah memproduksi problem moralitas. Masih hangat dalam ingatan kita kerusakan terjadi di kalangan muda usia remaja.
Tawuran di antara siswa sekolah terjadi bertubi-tubi . Di Ibukota, terjadi 2 kali tawuran pelajar yang menewaskan 2 orang pelajar. Alawi korban tawuran SMA 6 dan SMA 70 dan Deni, korban tawuran SMK Kartika Zeni dengan SMA Yayasan Karya 66. Di daerah, tawuran Pelajar menewaskan siswa kelas VIII SMP 2 Rembang Purbalingga, Muhammad Ardian, oleh teman sekolahnya setelah keduanya berkelahi di halaman sekolah.
Bukan itu saja, sebuah data yang tidak banyak dipublikasikan media, mencengangkan siapa saja yang mendengarnya. Yaitu, data yang menunjukkan bahwa Indonesia dicatat sebagai pemasok PSK terbesar di Asia Tenggara .
Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak mencatat banyaknya ribuan remaja perempuan Indonesia menjadi korban perdagangan seksual setiap tahun. Rata--rata, setiap tahun sebanyak 40 ribu hingga 70 ribu remaja perempuan di Indonesia menjadi korban sindikat perdagangan seksual.
Daerah perdagangan seksual sudah melintasi luar wilayah hukum Indonesia yakni Nagoya, Jepang
Modus para sindikat kejahatan perdagangan seksual ini adalah iming-iming pekerjaan. Artinya banyak remaja perempuan terperangkap dalam perdagangan seksual karena tuntutan ekonomi dan sulitnya lapangan kerja, mereka silau akan bujuk rayu orang yang menawarkan pekerjaan.
Bagi sebagian orang Menjadi PSk dilakukan demi memenuhi gaya hidup mewah. Mantan model, Yunita alias Keyko, adalah PSK sekaligus mucikari 1600 PSK kelas atas berusia 19-22 tahun yang bertarif 15jt dan Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta untuk anak buahnya. Konsumen mulai dari kalangan pejabat hingga pengusaha besar. Data yang dihimpun di Polrestabes Surabaya menyebutkan, setiap kota ada seorang subgermo yang membawahi PSK-PSK tersebut. Di Surabaya sebanyak 790 orang, Malang 50 orang, Semarang 400 orang, Banjar sebanyak 125 orang, dan Jakarta sebanyak 500 orang.
Inilah buah penerapan sistem Kapitalisme buatan manusia di mana Sistem pendidikannya adalah sistem yang sekuler yang telah menyita sebagian besar waktu dan tenaga siswa untuk mengabaikan aspek pembentukan kepribadian. Demi mengejar kurikulum penguasaan saintek, anak-anak kian terbentuk menjadi pribadi yang kering jiwanya, keras mentalnya, bahkan jumud dari mencari solusi berbagai persoalan yang menimpanya. Walhasil, mereka bersekolah namun berkepribadian merusak, mereka mengetahui dosa membunuh, tapi tak kuasa menolak godaan syaithan untuk membunuh. Sistem pendidikan sekuler kapitalistik saat ini telah gagal dalam membentuk kesalehan anak.
Di samping sekolah, pihak lain yang juga bertanggung jawab adalah orang tua dan keluarga. Sebab, orang tualah yang secara langsung diamanahi membina anak-anaknya oleh Sang Pencipta, Allah SWT. Orang tua pulalah pihak yang pertama menorehkan bentuk kepribadian anak. Merekalah yang memiliki kesempatan emas pada masa pra sekolah hingga sebagian waktu anak terpakai di sekolah.
Saat ini, kaum ibu makin banyak yang bekerja, karena kemiskinan akibat diterapkannya sistem ekonomi kapitalis. Menyebabkan sedikitnya waktu bersama anak-anak mereka untuk mencetak generasi pemimpin. Karena kemiskinan dan pengangguran mendorong para ibu ikut mencari nafkah dan berakibat terlantarnya keluarga termasuk pendidikan anak sehingga mengakibatkan maraknya tawuran.
Perempuan bekerja jg menjadi penyebab tidak harmonisnya hubungan suami istri hingga akhirnya perceraian di masyarakat semakin tinggi. Semakin banyak pula perempuan yang menjadi single parent. Anak semakin sedikit mendapatkan perhatian dan juga kasih sayang dari orang tua.
Tengok saja Dalam 5 thn terakhir peningkatan perkara perceraian yang masuk mencapai 81%, 70% diantaranya karena gugat cerai.
Pada tahun 2010, 1029 kasus perceraian diakibatkan karena cemburu. 67.891 kasus karena ekonomi.
Kasus perceraian terbanyak terjadi di Jawa barat dengan 33.684 kasus, Jawa timur 21.324 kasus, dan jawa tengah 12. 019 kasus.Banyuwangi 6.784 kasus, Surabaya 5.253 kasus, Blitar 4.416 kasus, Malang 6.716 kasus, Jember 6.054 kasus, Yogya 1.089 kasus, sulsel 9.000 kasus, gunung kidul 1.311 kasus.
Maka tidak mengherankan kerusakan demi kerusakan terus terjadi selama sistem kapitalisme ini masih dipertahankan penerapannya. Kerusakan akan terus bermunculan, kehidupan akan mengalami kekacauan bahkan menemui kehancuran.

  • Category

  • License

    • Standard YouTube License

Loading...

When autoplay is enabled, a suggested video will automatically play next.

Up next

to add this to Watch Later

Add to

Loading playlists...