15
  • Di Setiap Senja, Puisi Nanang Suryadi

    310 views 4 years ago
    Di Setiap Senja Aku Ingin Menulis Puisi

    aku ingin menyapamu, di setiap senja. sebelum senja melepas cahaya ke balik kelam. sebelum aku menjadi silam.

    jika aku berubah gema, itu tetaplah suaramu. suara yang menggaung. dari kedalaman jiwa. jiwa yang perih. cinta dan rindu yang pedih.

    puisi, serupa bayang-bayang yang menjulur. di redup cahaya, aku menggambar bayang mimpiku sendiri.

    apa yang harus dieja dari bayang-bayang? pernah kugambar kelelawar di tembok. bayang di bawah cahaya lampu yang menempel di tembok.

    kelelawar yang muncul dari goa-goa gelap. memasuki angan kanakku. kanak yang merupa bayang di tembok. redup cahaya lampu teplok

    puisi mengepak sayap bayang-bayang. dari goa yang gelap dan pengap. menjerit dalam kepalaku.

    aku ingin menyapamu, dengan seribu bayang-bayang, yang kugambar dengan sedikit cahaya. senja ini.

    seekor kelelawar, membayang dalam puisi, menjerit dalam kepalaku. menembus kelam. menembus malam.

    Malang, 8 Maret 2011




    Di setiap senja, puisi ini dibacakan oleh Nanang Suryadi, di Galeri Raos Batu saat pembukaan pameran lukisan Harry Poer Pelukis Kota Batu. Puisi-puisi Nanang Suryadi, penyair yang juga dosen Universitas Brawijaya ini dapat dibaca di http://puisi.lecture.ub.ac.id http://nanangsuryadi.web.id dan http://nanangsuryadi.com

    Nanang Suryadi saat ini mengelola http://fordisastra.com http://cybersastra.org dan http://jendelabudaya.com

    Akun twitternya: @penyaircyber Show less
    Read more
  • Uploads Play all

    This item has been hidden
to add this to Watch Later

Add to

Loading playlists...