13,518

Kembara Papua

  • Lostpacker
  • 3 videos
  • 7 views
  • Last updated on Aug 6, 2019
Dikejauhan saya melihat rimbunnya hutan tanah Papua yang begitu misterius. Perlahan -lahan roda pesawat yang saya tumpangi dari ibukota menuju Tanah Papua mulai turun dari ketinggian, dan siap melakukan pendaratan di landasan pacu bandara Domine Eduard Osok (DEO), kota Sorong. Kaki saya juga rasanya sudah tidak sabar untuk menapaki Tanah Papua, Tanah yang bagi sebagian orang masih dianggap primitif. Tapi buat saya Papua adalah sekeping surga yang sengaja dijatuhkan Tuhan ke bumi ini.

Itulah sepenggal kisah awal perjalanan “KembaraKeTimur”saya kali ini. Perjalanan yang sudah saya idam-idamkan lama sekali. Perjalanan yang membuat saya semangat mengumpul sekeping dua keping rupiah dari upah menulis dan membuat video di beberapa tempat. Perjalanan yang akhirnya membuat saya menangis dan tertawa dari kisah-kisah yang saya jumpai. Perjalana yang kembali mengingatkan saya akan Soe Hok Gei yang dengan lantangnya dia beribicara tentang Nasionalisme.

“bagaimana mungkin kita menjadi nasionalis kalau kita tidak mengetahui keindahan Indonesia dengan mata kepala sendiri? Tak perlu menjadi merah, hijau atau biru untuk menjadi nasionalis. Cukup dengan mengenal sendiri keindahan Indonesia, niscaya kalian akan otomatis menjadi nasionalis.”
Semangat dari Gie memang sudah membakar saya untuk mengenali lebih dalam segala hal tentang negeri ini.

Sahabat saya Nuran pernah berceloteh dalam tulisannya “menangislah jika selama ini kamu tidak pernah mengenal dan mencintai negeri ini secara lengkap”.

dan kurang lebih 8 bulan berkeliling Papua, ternyata belumlah cukup.
 
Salam Perjalanan
Dikejauhan saya melihat rimbunnya hutan tanah Papua yang begitu misterius. Perlahan -lahan roda pesawat yang saya tumpangi dari ibukota menuju Tanah Papua mulai turun dari ketinggian, dan siap melakukan pendaratan di landasan pacu bandara Domine E...
Play all

Loading...

to add this to Watch Later

Add to

Loading playlists...