Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

Wawancara Ahmad Dhani bersama MetroTV - 3/3/2011

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
22,547
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Mar 3, 2011

Metrotvnews.com, Jakarta: Dhani Ahmad Prasetyo, pentolan Dewa 19, belum mau berdamai. Pemilik manajemen artis, Republik Cinta, itu memilih kasus dugaan penganiayaan wartawan diselesaikan secara hukum. "Kalau saya sih sebenarnya ada banyak hikmah. Tapi memang saya mau masalah ini selesai di Dewan Pers, supaya bisa dapat pengertian yang sama," kata musikus kawakan dengan nama beken Ahmad Dhani dalam dialog di Studio Metro TV, Jakarta Barat, Kamis (3/3).

Ditegaskan frontliner kelompok musik Dewa, dia ingin mengerti pasti perbedaan hak privat dengan hak publik. "Kemarin dalam jumpa pers, Dewan Pers bilang artis memiliki hak privat. Baru tahu juga saya. Bukan cuma di rumah, di manapun artis berada. Wartawan tak bisa seenaknya mengambil gambar. Wajah kan hak privat artis, gambar rumah juga. Tak cuma artis, orang umum, kecuali dia pejabat publik," elak mantan suami musikus Maya Estianty itu.

Dhani dilaporkan ke polisi dalam dugaan kekerasan terhadap wartawan. Bahkan, Dhani diduga terlibat tarik-tarikan dekat mobil untuk menghindari wartawan membawa pergi kaset berisi rekaman dirinya. Menanggapi itu, Aliansi Jurnalis Independen mempertanyakan seperti apa posisi Dhani hingga terjadi demikian.

"Ruang publik dan privat dibedakan antara lain apakah isu yang hendak ditanyakan berkaitan dengan kepentingan publik atau privat. Nah, apakah Dhani pejabat publik atau bukan?" tanya Eko Maryadi dari Alainasi Jurnalis Independen (AAJI).

Lelaki berkepala plontos itu menyambar,"Yang perlu di-clear-kan, saya tidak melakukan pemukulan, kekerasan. Tarik-tarikan itu bukan antara saya. Begitu (film) tidak dikasih, saya tidak ambil. Buktinya di Dewan Pers, Andi dan Yani bilang tidak dipukuli. Padahal sehari penuh saya diberitakan memukuli wartawan."

Agar masalahnya jelas, Dhani tidak mau berdamai dengan pihak pengadu. Ia berkeras agar polisi menyelesaikan masalah yang menimpanya. Soal pengaduan ke Dewan Pers? "Terserah Dewan Pers penyelesaiannya seperti apa," kata Dhani.

Category:

Entertainment

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 3 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (4)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • DASAR WARTAWAN KOPLAK

  • wartawan inpotemen sih bukan jurnalis..sama aja dengan ibu2 arisan,kerjaannya ngerumpi.jd mana pernah belajar etika jurnalis..kuliah aj bukan jurusan komunikasi,mana paham pelajaran2 jurnalis.taunya ngarang crita trus publikasi lalu menikmati hasilnya..kampret lo ngaku2 jurnalis,malu2in

  • sy sih bukan penggemar dani mngkin krn aliran musiknya bukan idola sy. nmn ada bnarnya alasan dani ini,,mmg prlu untuk bahan buat media nmn apbila seseorg menolak kn tdk bs dipaksa krn dani bukan status tahanan.. harusnya si wartawan bs mnghargai penolakan itu, krn tdk slmnya org bersedia di wawancara dlm sesuatu hal

  • Ya, sewajarnya, si wartawan & cameran hrs menemui Dhani dulu & berbicara minta ijin utk meliput/merekam dia. Stlh dpt ijin baru mrk bisa meliput. Soalnya si Dhani bukan pejabat publik dan tema/issue yg diliput pun bukan rana publik, jadi HAK PRIVACY nya mutlak. Wartawannya pun bisa dituntut balik karena melakukan perbuatan tidak menyenangkan, pencurian property (mengambil rekaman wajah & asset pribadi seseorang tanpa ijin), dlsb. Mungkin mrk perlu memahami makna rana "publik"yg sebenarnya.

Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more