satu roti, satu tubuh [bagian 1]

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
623 views
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on May 11, 2010

Pastur Ignatius Suparno belum berumur 37 tahun ketika tiba di Philadelphia pada 2005. Di kota tua di Pantai Timur Amerika Serikat ini, ia menggantikan Romo Astanto, pendahulunya, bertugas di Gereja Katolik Santo Thomas Aquinas.

Dalam waktu singkat, ia pantas disebut Romo Seribu Umat. Jumlah pengikut Katolik di Philadelphia, AS, memang tak lebih dari 700. Tapi, aktivitas serta kedekatan Parno dengan seluruh perantau menjadikannya dikenal bahkan dicintai oleh seluruh warga dari berbagai kalangan dan agama.

Keinginannya melayani semua orang, tanpa kecuali, tak membuat dia tenggelam dalam rutininas. Dia suka membaca buku-buku bermutu, yang membuat dia bisa jadi seorang pemikir serius. Dia suka menikmati musik, yang terkadang membuat dia jadi seorang pengarang lagu. Dia juga menyukai film, yang membuat dia tak canggung saat berakting di depan kamera.

Video ini merupakan sekelumit kegelisahan Romo Seribu Umat itu di tengah hiruk-pikuknya perayaan Natal 2009.

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more