Pastur Ignatius Suparno belum berumur 37 tahun ketika tiba di Philadelphia pada 2005. Di kota tua di Pantai Timur Amerika Serikat ini, ia menggantikan Romo Astanto, pendahulunya, bertugas di Gereja Katolik Santo Thomas Aquinas.
Dalam waktu singkat, ia pantas disebut Romo Seribu Umat. Jumlah pengikut Katolik di Philadelphia, AS, memang tak lebih dari 700. Tapi, aktivitas serta kedekatan Parno dengan seluruh perantau menjadikannya dikenal bahkan dicintai oleh seluruh warga dari berbagai kalangan dan agama.
Keinginannya melayani semua orang, tanpa kecuali, tak membuat dia tenggelam dalam rutininas. Dia suka membaca buku-buku bermutu, yang membuat dia bisa jadi seorang pemikir serius. Dia suka menikmati musik, yang terkadang membuat dia jadi seorang pengarang lagu. Dia juga menyukai film, yang membuat dia tak canggung saat berakting di depan kamera.
Video ini merupakan sekelumit kegelisahan Romo Seribu Umat itu di tengah hiruk-pikuknya perayaan Natal 2009.
Link to this comment:
All Comments (0)