Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

Bedaya Pangkur at JHCC

Loading...

Sign in or sign up now!
16,492
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Dec 27, 2007

Pada saat kami menari Bedaya Pangkur di JHCC tanggal 22 Desember 2007. Lita Legowo, Erika, Trisna, Angga, Ndari,Lina, Putri, Nanis, & Ayu Bisono

Category:

People & Blogs

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:

Uploader Comments (ayufanani)

  • Terimakasih,

    Apa nama grup gamelannya?

    Salam

  • Gamelan yang mengiringi kami dari gamelan Barata (wayang orang di Senen). Thanks

  • Wuah hebat nih,

    Apa nama grup tari dan gamelan nya & siapa yang nikah?

    Terimakasih kami senang melihatnya, syukur kalau mau ditambah dg upload prosesi2 perkawinan adat jawa sebelum dan sesudah tari bedaya pangkur ini.

    Salam

  • Nama grup tari kami Sanggar Widyarini. Sayang tidak semua kami video kan ... Tapi kami plan untuk me dokumentasikannya untuk next event. Thank you.

see all

All Comments (36)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • I am proud to be Indonesian :))

  • VIVA MALAYSIA NEGRIKU TERCINTA....

  • is it from malaysia??????? hey,be aware malaysia will claim it.

  • @MrGlennus : Sepengetahuan saya, bedhaya tidak berhubungan dengan klasik atau moderen (modifikasi). Tapi bedhaya adalah tari yang ditarikan oleh sembilan perawan atau perjaka. Biasanya durasi tari bedhaya tidak sama dengan tari/beksan lainnya. Bedhaya bisa berdurasi 60 menit atau lebih. Sedangkan gendhingnya bervariasi. Yang dipakai dalam bedhaya pangkur adalah gendhing kemanak yang minim instrumen karena bedhaya ini dibuat pada saat permulaan masuknya Islam ke tanah Jawa. CMIIW

  • Anggun

  • i love this, soooooooo.... javanese....

  • Kalau yg ini tarian modifikasi dan tidak dikategorikan bedhaya.........

  • Javanese court dancers whip the fabric behind her using foot like that, its classic Bedhaya dance technique. I heard originally the movement was meant to mimic the graceful whiping of dragon tail, also to gave impression of wind blowing their fabric as godesses or apsaras flying in heaven.

  • heheh..semoga slamet temantenya,

    baru kalo ini lihat kirap manten pake bedoyo...heheh...yg salah saya apa emang ini modifikasi sendiri yg ngawur??..

    tapi ok jg...lestarikan budaya kita...

    salam from solo

  • I love this wedding ceremony

Loading...
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more