Laporan Junito Drias.
Museum Tropen menggelar pameran instalasi De Dono Code. Karya seni modern ini berlangsung hingga 28 Februari 2010. Melihatnya, kita terangsang tanpa akhir.
"Ini refleksi problem politik di Indonesia," ujar Heri Dono. Lelaki asal Yogyakarta, kelahiran tahun 1960 itu, pernah meraih penghargaan yayasan Prins Claus pada tahun 1998. Karya-karya Heri Dono tersaji lewat seni instalasi, yang mau nggak mau, terdiri dari unsur-unsur seni rupa, lukis, bahkan wayang.
Tema De Dono Code "Kode Dono" dipilih karena dianggap pas mewakili pesan-pesan yang ingin disampaikan. Seni instalasinya memang menyimpan kode -rahasia- yang terbuka bisa kita ketahui.
Uniknya, semakin lama diam menatap, menikmati karya lelaki yang rambutnya dicepol tersebut, kian banyak juga kode-kode terbongkar. Kita seperti terangsang dan terus terangsang mencari tahu makna terkandung, dan lupa sedang berada di Amsterdam, negeri Belanda.
Link to this comment:
All Comments (0)