Inna Lillahi wa inna ilaihi rajiun. Sesungguhnya kita ini adalah milik Allah dan hanya kepada Allah kita akan kembali.
Yogyakarta, 27 May 2006, di Parangtritis sedang direncanakan untuk diadakan acara pertunjukkan ketangkasan sepeda motor (motorcycle shows). Pagi itu cuaca di lokasi Pantai Parangtritis cukup cerah, penonton sudah banyak yg berdatangan. Hari itu, hari Sabtu dan merupakan waktu liburan sekolah, sehingga banyak yg ingin menyaksikan acara menarik ini.
Tanpa disangka-sangka, gempa tektonik pada sabtu pagi 27 Mei 2006 dengan skala richter 5,9 telah menggoyang bumi yogyakarta dan Jawa Tengah. Sekali lagi Allah menunjukkan kekuasaanNya kepada umat manusia. Pada saat pemerintah dan masyarakat menunggu-nunggu lahar dari gunung Merapi, dan mempersiapkan segala sesuatu akibat letusan gunung, ternyata yang terjadi bukan ledakan gunung, tetapi gempa tektonik yang berasal dari pergeseran lempengan bumi di bawah laut, sehingga mengakibatkan hancurnya gedung-gedung di kawasan Bantul, Sleman, Kulonprogo, Yogyakarta dan sebagian wilayah Jawa Tengah. Ribuan rumah di Bantul rata dengan tanah, ribuan jiwa meninggal dunia menghadap Illahi akibat terkena reruntuhan bangunan, ini semua merupakan peringatan dari Allah untuk kita semua. Ini juga merupakan musibah Nasional dan pada waktu yang sama ini merupakan ujian keimanan dan ujian untuk meningkatkan pahala. Jika kita bersabar dalam menghadapi musibah tersebut maka pahala akan dapat kita raih dan ukuran tingkat iman kita akan naik beberapa derjat; tetapi jika kita tidak sabar, atau sampai mengeluh kepada Tuhan mengapa bencana terjadi, maka berarti kita telah mengalami degradasi iman.
Bagi mereka yang meninggal dunia, mereka telah dipilih Allah untuk menjadi syuhada, sebab mereka meninggal akibat musibah yang terjadi. Jika dalam hadis disebutkan bahwa mereka yang meinggal akibat sakit perut, akibat tenggelam dapat menjadi syahid, maka dapat kita qiyaskan juga mereka yang meninggal akibat terkena runtuhan bangunan, akibat bencana ini juga merupakan syuhada sebab mereka terkena musibah dan bencana alam.
Ketika ALLAH SWT menguji nabi Ayyub AS dengan kehancuran harta, anak-anak dan keluarga, serta tak satupun barang berharga yang tersisa untuknya. Ketika itu nabi Ayyub AS berkata : "Aku memuji-MU wahai Rabb atas kebaikan yang Engkau anugerahkan kepadaku. Engkau menganugerahkan harta, anak-anak, dan keluarga kepadaku, hingga relung-relung hatiku terpenuhi oleh semua itu. Lalu Engkau mengambil semuanya dariku, dan Engkau mengosongkan hatiku hingga tak ada lagi penghalang antara aku dengan-MU." (H.R. Ibnu Hatim yang bersumber dari Yazid bin Maisarah).
Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah S.A.W. bersabda : Allah Ta'ala berfirman : "Tidak ada balasan disisi-Ku bagi hamba-Ku yang mu'min apabila aku mematikan kekasihnya dari penghuni dunia dan ia mengharap pahalanya, melainkan sorga". (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi. Kemudian baru orang-orang yang lebih rendah derajatnya, berurutan secara bertingkat. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Jika ia kuat dalam agamanya, maka ujiannya sangat berat. Dan jika lemah agamanya, maka ia akan diuji Allah sesuai tingkat ketaatannya pada agamanya. Demikianlah bala' dan ujian itu senantiasa dilimpahkan kepada seorang hamba sampai ia berjalan di muka bumi bersih dari dosa (HR. Tirmidzi)
Dari Aisyah ra., dia berkata: bahwa Rasulullah telah bersabda: "Sesungguhnya orang-orang shalih akan diperberat (musibah) atas mereka. Dan tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah, seperti tertusuk duri atau lebih ringan dari itu, kecuali akan dihapus dosa-dosanya dan akan ditingkatkan derajatnya". (H.R. Ahmad, Ibnu Hibban, al-Hakim dan Baihaqi).
"Sesungguhnya, besarnya balasan sesuai dengan besarnya musibah. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai kepada suatu kaum, maka mereka akan diuji dengan berbagai macam musibah. Barang siapa yang ridho, maka dia akan diridhoi oleh Allah. Dan barang siapa yang tidak menerima (atas musibah tersebut), maka dia akan dimurkai Allah." (H.R. Turmudzi, dia berkata: Hadis Hasan).
Pada tahun 1867 di Yogyakarta pernah terjadi gempa bumi yang merobohkan 372 rumah, 5 orang meninggal dunia. Pada Tahun 1943 terjadi lagi, 2800 rumah hancur, 213 orang meninggal, 2096 orang luka. Tahun 1981 gempa di Yogyakarta mengakibatkan dinding Hotel Ambarukmo retak-retak.
Dari isu yang beredar di masyarakat, gempa itu adalah akibat dari ledakan Bom Nuklir. Isu tersebut sebenarnya adalah kabar bohong belaka. Berikut ini adalah analisa seorang pakar nuklir (Link: http://rovicky.wordpress.com/2006/09/05/gempa-yogya-ledakan-nuklir-dan-tumbuk... ) yang mengatakan bahwa gempa Jogja mustahil akibat ledakan Bom Nuklir.
Tentang bola api yang disangka merupakan ledakan Nuklir? Coba buka link: http://rovicky.wordpress.com/2006/08/22/bola-api-saat-gempa-di-jogja/
sedih sangat aku nonton video ni..sampai keluar air mata....bila melihat semuanya bertempiaran lari..terutamanya wanita wanita bertudung itu..tak tertahankan sebak di dada...takziah dari Malaysia
NyahMeletup 3 years ago 6
subehanallah
jhonangkuk 2 years ago