Assalamualaikum wr.wb
Sahabatku rahimakumullah,
Terlampir lagu apik "Tombo Ati" yang dinyanyikan dengan baik oleh Ihsan Taroreh.
Lagu Tombo Ati ini sebenarnya bukan lagu baru, konon dipopulerkan sejak zaman walisongo. Sejak saya balita sudah akrab dengan lagu ini yang selalu dinyanyikan dan nyaris jadi lagu wajib di Masjid menjelang shalat Maghrib, Isya dan Subuhm disambing bacaan2 Salawat dan Istighfar. Mas Opick mempopulerkannya kemudian sekitar 4 tahun lalu.
Sebagai latar belakang dari lagu tersebut adalah Film yang sangat bagus, "SANG PENVERAH" yang wajib Anda tonton bersama keluarga. Karena bukan saja merupakan Tontonan, tapi juga TUNTUNAN.
Film apik dari mas Hanung Bramantyo ini diawali lahirnya seorang bayi laki-laki di Kauman, bernama Darwis. Berangkat remaja ia banyak melihat tradisi sesajen berbaur agama Islam yang menurutnya dapat menyesatkan, Ia berangkat ke tanah suci di usia 15 tahun. Sepulang dari Mekah, Darwis mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bidah.
Karenanya, Islam dipandang sebagai agama mistik dan tahayul oleh kalangan Eropa (Belanda) dan kaum modern. Melalui suraunya Ahmad Dahlan membuka sekolah yang menyadarkan bahwa Islam tidak hanya berkutat soal tauhid, tetapi juga mampu memperbaiki kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.
Bagi Ahmad Dahlan kemiskinan disebabkan karena kebodohan. Berangkat dari gagasan itulah maka laki-laki putra Khatib Masjid Besar Kauman itu memulai kiprahnya. Diawali dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan para kyai fanatik. Surau atau Langgar Kidoel Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat.
Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda. Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut.
Didampingi isteri tercinta, Siti Walidah, dan 5 murid-murid setianya yakni Sudja, Fahrudin, Hisyam, Syarkawi, dan Abdulgani, Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.
Peran Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah dimainkan apik oleh Lukman Sardi dan Zaskia Adya Mecca. Detail emosi dibangun secara detail dan manusiawi oleh Hanung. Dalam kesabarannya, Ahmad Dahlan digambarkan putus asa, marah, dan sedih hingga menangis. Adegan ini serta merta bisa membuat penonton meleleh.
Sederet bintang ikut dalam fil ini, termasuk Giring 'Nidji'
Alla kulli hal, Film ini layak untuk Anda tonton bersama keluarga.
Semoga Bermanfaat
Jakarta, 19 September 2010
Wassalamualaikum wr.wb
IPH (Gus Im)
@101prisoner download kat jiwang.org ...layan bro cite ni..
kingcrux 2 months ago
bro kat mana nk tgk film nie?
101prisoner 7 months ago
like thiss
pramsasongko 1 year ago