Kamis, 28 Oktober 2010 20:10 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengaku telah bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur atau standard operating procedure (SOP). Pernyataan itu terkait tudingan yang menyatakan BMKG melakukan kesalahan dalam kejadian gempa bumi di Mentawai, Sumatra Barat.
Kepala BMKG Pusat, Sri Woro B Harijono mengadakan konferensi pers terkait tudingan itu di kantor pusat Kemayoran, Jakarta, Kamis (28/10).
Sri Woro menegaskan pihaknya tak bersalah. Ia mengungkapkan kemungkinan kesalahan terjadi di tingkat Pemerintah Daerah. Pasalnya, BMKG telah mengirimkan peringatan dini.
Ia mengakui sistem BMKG baru dapat mengirimkan peringatan lima menit setelah gempa terjadi tiga hari silam. Waktu lima menit itu, katanya, merupakan waktu tercepat yang dipakai untuk mencari pusat gempa. Ia juga mengatakan besarnya dampak tsunami di Mentawai lantaran pusat gempa hanya berjarak tujuh menit dari bibir pantai.
Selain itu, Sri Woro menegaskan tak ada tsunami susulan di Mentawai. Namun, gempa susulan berskala kecil masih akan terjadi.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada karena gempa induk bisa berpotensi tsunami. Lempeng Sumatra dan Eurasia, ujarnya, masih aktif. Selain itu, satu kuncian di sekitar Siberut-Pagai Utara masih belum terbuka. Tapi, pihaknya tak dapat memprediksi kapan tsunami akan terjadi.(***)
Link to this comment:
All Comments (0)