Ceramah Master 2008-01-17 part 1/2

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
2,220
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Jan 16, 2008

Pendidikan Budi Pekerti, Menghargai Setiap Benda

Master bercerita mengenai kunjungan Tzu Chi ke barak prajurit untuk mengenalkan budaya humanis, tentang bakti kepada orang tua. Para prajurit diingatkan bagaimana kembali memperhatikan keriput di wajah orang tua mereka, memperhatikan kulit telapak tangannya semakin tebal, apakah kuku mereka sudah dipotong, itulah perhatian kecil yang dibutuhkan oleh orang tua. Tzu Chi mempunyai beberapa tingkatan pendidikan pelatihan diri, seperti kelompok anak-anak (TK dan SD) yang dinamakan Tzu You, dan Tzu Shao serta Tzu Ching untuk kelompok yang lebih dewasa. Dan setiap tingkatan dikenalkan budaya humanis dengan cara yang berbeda. Misalnya pada kelompok Tzu You dikenalkan budi pekerti, menghargai makhluk hidup, berbakti kepada orang tua dan sopan santun. Di kelompok Tzu Shao diajarkan untuk memahami betapa besarnya penderitaan ibu ketika mengandung, betapa kerasnya ayah bekerja. Sedangkan di kelompok Tzu Ching, dididik bagaimana mereka harus menyiapkan diri untuk bekerja di luar nanti, bagaimana menghargai sumber daya alam dan bagaimana berkontribusi kepada masyarakat. Dengan begitu, pendidikan humanis sudah dimulai dari masa dini. Master mengingatkan untuk menghargai lingkungan hidup dan yang lebih penting lagi, kita harus dapat menghargai orang lain. Dan hal tersebut harus dimulai dari keluarga. Inilah yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan.

Pada Tanggal 5 Januari 2008, Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Sri Lanka diresmikan. Ini menjadi bukti betapa pentingnya pendidikan budi pekerti dari kecil. Siswa-siswa di sana tahu bagaimana menghormati orang tua, memberi hormat dengan membungkuk ketika akan bepergian dan tidak lupa memberi salam kepada guru. Pendidikan budi pekerti jauh lebih besar artinya daripada sekedar mengajarkan ilmu pengetahuan.

Kisah lain mengenai seorang anak yang awalnya tidak patuh, sering minggat dari rumah dan merusak barang-barang. Tetapi ketika dikenalkan dengan daur ulang, anak ini berubah menjadi lebih baik, bahkan bisa mengajak teman-temannya untuk bersama-sama mengerjakan daur ulang. Inilah contoh lain sebuah bentuk pendidikan. Selain dapat menghasilkan kembali barang-barang berguna, depo daur ulang juga digunakan untuk menata kembali hidup kita, dan memperoleh bimbingan budi pekerti.

Category:

Education

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more