Teks Asli Puisi dalam Bahasa Indonesia
(Tanpa Judul)
By : Suhunan Situmorang
Kubentang sayap yang luka
terbang ke tengah danau.
kucumbu sinar matahari yang menari-nari
di atas riak danau.
Aku luluh dalam taburan cahaya
yang berserak keperak-perakan.
cemas yang menindih itu meleleh,
sedih yang mengiris pun luluh.
Raga lalu meluncur ke dasar danau,
diterangi kilau-kilau.
Sekujur tubuh kuolesi remasan dua anggir
yang kupetik di pucuk Gopgopan.
harumnya tercium tondi,
minyaknya mengurapi jiwa.
Aku kemudian menepi seiring redupnya senja.
di tepi danau yang sunyi itu
kuteruskan sebuah tortor
untuk paulak tondi.
Pasir dan kerikil gemerisik
dibuat urdot dan serser kaki.
ulos sibolang yang menjuntai di bahuku
tiada henti dipermainkan angin danau.
Jemariku merapat
membentuk sembah
disertai sebuah ucap:
batinku lelah menyingkap
tabir duka dalam sebulan ini,
O, Yang Maha Kuasa;
bebaskanlah jiwa dari kesedihan
yang begitu berat menindih.
aku kembali ke huta Gopgopan,
orang-orang sudah menunggu
untuk memberi hata togar-togar,
yang akan disampaikan
usai mardaon pogu
Pertanda perpisahan
dengan duka yang beruntun
nice poem and love the music,very relaxing. the view make me miss my hometown and my Mom heheheh....
Horas...!
J0J0JoseY 6 months ago