*** ******@@@___ wulandhary___ @@@**********
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yg sebelum mereka maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yg benar. Dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yg dusta. .Dan juga Allah Subhanahu wa Ta ala berfirman : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat : Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut itu maka diantara umat itu ada orang-orang yg diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula diantaranya orong-orang yangtelah pasti kesesatan baginya Syaikh Abdurahman bin Hasan Alu Syaikh menjelaskan bahwa ayat di atas menunjukkan tentang hikmah diutusnya para rasul yaitu utk mendakwahi umat agar mereka beribadah kepada Allah semata dan melarang mereka dari beribadah kepada selain-Nya. lni merupakan agama para Nabi dan Rasul walaupun berbeda syariat mereka.Sebagaimana Allah Taala berfirman : Untuk tiap tiap umat diantara kamu Kami berikan aturan dan jalan yg terang. {Al Maidah : 48} .Hendaklah tiap muslim mengetahui bahwa perjalanan hidup mereka di dalam mencari ridho Allah Azza wa Jalla tidak akan menuju kesempurnaan kecuali didasari dgn ilmu syariat. Maka ilmu adl sarana yg sangat penting bagi kemaslahatan manusia utk menjalankan aktifitas hidup di dunia. Karena ilmu merupakan sumber kehidupan jiwa dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Taala. Sehingga tidak akan sempuma dan tegak tatanan kehidupan manusia apabila ilmu tidak lagi dijadikan pedoman dan jalan hidup mereka. Oleh krn itu Allah Subhanahu wa Taala menganugerahkan ilmu bagi hati bagaikan siraman hujan yg turun ke bumi. Jadi sebagaimana tidak ada kehidupan di muka bumi kecuali dgn turunnya hujan maka demikian pula tidak ada kehidupan bagi hati kecuali dgn siraman ilmu.Di dalam Al Muwaththo -karya Imam Malik- disebutkan :Lukman berkata kepada anaknya: Wahai anakku duduklah kamu bersama para ulama dan dekatilah mereka dgn kedua lututmu . Maka sesungguhnyaAllah Subhanahu wa Ta ala menghidupkan hati-hati yg mati dgn cahaya hikmah sebagaimana menghidupkan bumi dgn hujan yg deras {Kitab A1 llmu Fadluhu wa Syarfuhu hal 228}Oleh krn itu kebutuhan hati manusia terhadap cahaya ilmu merupakan kebutuhan yg mendesak. Sebagaimana kebutuhan bumi terhadap turunnya hujan tatkala terjadi kekeringan dan paceklik. Maka ilmu merupakan mutiara yg sangat berharga bagi tiap muslim. Karena dengan ilmu jiwa jiwa manusia akan hidup dan sebaliknya jiwa-jiwa mereka akan mati apabila tidak dibekali dgn ilmu.Sebagian orang-orang yg arif berkata Bukankah orang yg sakit akan mati tatkala tercegah dari makanan minuman dan obat¬-obatan? maka dijawab Tentu saja Mereka mengatakan : Demikian pula halnya dgn hati jika terhalang dari ilmu dan hikmah maka akan mati. Maka tepat jika dikatakan bahwa ilmu merupakan makanan dan minuman hati serta penyembuh jiwa. krn kehidupan hati bersandar kepada ilmu. Maka apabila ilmu telah sirna dari hati seseorang berarti hakekatnya dia telah mati. Akan tetapi dia tidak merasakan kematian tersebut.
Orang yg hatinya telah mati ibarat seorang pemabuk yg hilang akalnya {disebabkan maksiat yang dia lakukan } . Sesungguhnya sebab utama yg bisa merusak bahkan mematikan hati adl maksiat. Jika hati semakin rusak maka cahaya tersebut akan melemah dan berkurang. Sebagian salaf berkata : Tidaklah seseorang yang bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta ala sehingga hilang akalnya.Maka tertutupnya hati manusia dari cahaya ilmu tergantung dari tingkatan maksiat yg mereka lakukan. Jika semakin banyak dosa yg dilakukan maka akan semakin banyak pula celah-celah hati yg tertutup dari cahaya ilmu dan semakin sulit terbukanya peluang bagi hati utk tersirami dgn cahaya ilmu. Sehingga menyebabkan dia termasuk dalam golongan orang orang yg lalai. Allah Subhanahu wa Taala berfirman : Sekali-kali tidak sebenarnya apa yg selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka Sebagian salaf menafsirkan ayat tersebut yaitu : Dosa yg dilakukan terus menerus . Berkata A1 Hasan : yaitu Dosa di atas dosa hingga membutakan hati. {Meriwayatkan darinya {Al Hasan} Abd Ibnu Hamid sebagaimana dalam {Ad Dauwad Dawa ha1 95-96}¬Oleh krn itu hendaklah kita sebagai muslim senantiasa menjaga ilmu yg ada di dalam hati dari hal-hal yg akan memadamkannya. Disertai dgn niat yg ikhlas dan mengamalkan kandungan ilmu tersebut serta banyak memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa Taala.
http://blog.re.or.id/ilmu-mutiara-berharga-bagi-seorang-muslim-nasehat.htm
i thinks namdahul hadi full song
thanks for up load this
yogipdranji 2 years ago
thanks for you too my brother...and how are you..
wulandhary 2 years ago