Ni Wayan Mertiayani atau biasa dipanggil Wayan Sepi adalah anak yatim. Ayahnya meninggal karena sakit, saat ia berusia 3 tahun. Ia kini tinggal bersama ibu dan seorang adiknya.
Untuk menafkahi keluarganya, Wayan Sepi pun harus turut bekerja. Selain menjadi pemulung, ia juga harus berjualan makanan kecil dan minuman, untuk warga dan pemuda sekitar, yang biasa duduk-duduk di balai bengong, di tepi pantai dekat rumahnya.
"Kadang-kadang ada yang gak mau bayar setelah mereka jajan," ujarnya.
Wayan Sepi ini tak hanya terampil mengumpulkan barang bekas, atau berdagang, tapi terbukti juga terampil dalam memainkan kamera foto sehingga bisa menghasilkan karya hebat.
Bermodal kamera pinjaman, dari tangan gadis 15 tahun ini, lahir sebuah karya foto, yang berhasil menjuarai lomba foto internasional, yang diselenggarakan Museum Anne Frank. Ia berhasil menyisihkan 200 foto lainnya, dari berbagai penjuru dunia.
Dalam foto karyanya ini, Wayan menampilkan seekor ayam putih yang bertengger di belakang, dengan latar belakang matahari. Ia menjelaskan, foto itu mencerminkan kehidupannya yang penuh perjuangan.
"Saya orang miskin, tapi saya tak malu bilang bahwa saya punya cita-cita yang tinggi," tegasnya.
Info lebih lanjut kunjungi http://indonesiaproud.wordpress.com/2011/02/17/ni-wayan-mertiayani-gadis-misk...
Link to this comment:
All Comments (0)