Ratih Safitri Adyanti, gadis 22 tahun penderita penyakit aneh akhirnya mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan Pematangsiantar, Sumatra Utara. Wanita malang itu mengalami pengecilan tubuh.
Rabu (2/12/2009), Tim dokter RSU Daerah Djasamen Saragih Pematangsiantar, yang dipimpin dr Indra Bhakti,melakukan pemeriksaan medis terhadap Ratih di kediamannya, di Jalan Serdang, Gang Persatuan nomor 26, Kelurahan Martoba, Siantar Utara. Kondisi Ratih sangat lemah. Setiap badannya disentuh, dia selalu mengerang kesakitan.
Menurut ahli syaraf, penyakit Ratih timbul akibat gangguan di daerah tulang leher. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Ratih dirujuk ke Rumah Sakit Medan. Sebab peralatan di RSUD Pematangsiantar tidak lengkap.
Menurut cerita Poniem, ibunya, tubuh Ratih 22 tahun itu terus mengecil usai terjatuh dari kursi saat merapikan pakaian di lemari di rumahnya saat ia duduk di kelas 3 SMP, kini tak bisa berbuat apa-apa, ia sama sekali tak bisa menggerakkan kakinya. Otomatis semua aktivitas dilakukannya di atas tempat tidur.
Nico, salah seorang dokter yang pernah melihat kondisi Ratih, mengaku tidak bisa memastikan penyakit yang diderita Ratih. Tapi ada kemungkinan Ratih menderita atrofi musculo scetal atau biasa disebut pengecilan dan pengkerdilan otot dan tulang akibat penyempitan otot.
Tapi Ratih tak pernah mengeluh. Ratih mulai merasakan kelainan saat masuk SMU. Kakinya tiba-tiba mengecil dan membentuk huruf X sampai akhirnya Ratih tak bisa berjalan sama sekali. Ratih pun harus berhenti sekolah. Tak banyak yang Ratih harapkan, ia hanya ingin cepat sembuh dan hidup normal layaknya gadis seusianya.
---
wah ternyata ratih itu masih saudara saya itu saya nggak bisa pulang masih di jawa nggak bisa pulang
iwosiantar2 2 years ago