Terdapat di dalam naskah kitab (Dala-ilul Kairaat) dan di akhir syair (al-Burdah) yang menyebutkan:
Wahai Abu Halil Syeikh kami! Pelindung kami dan pengatur waktu, dia bernama Muhammad.
Dia berkata: Sesungguhnya syeikhnya yang bernama Muhammad berlindung kepadanya (Abu Khalil) ketika ia tertimpa kecelakaan. Ini adalah perbuatan syirik kerana seorang muslim tidak boleh berlindung kecuali hanya kepada Allah sebab Allah adalah Tuhan Yang Maha Hidup lagi Maha Kuasa, sedangkan saudaranya telah mati, lemah dan tidak boleh memberi manfaat atau mudharat (bahaya).
Dia meyakini bahawa syeikhnya adalah pengatur (atau penentu) waktu. Ini adalah terbukti kepercayaan orang-orang sufi yang mengatakan :
Sesungguhnya di alam ini ada pengatur-pengatur waktu. Orang sufi menyakini adanya wali Quthb (seorang wali yang bertugas mengatur alam dan waktu) yang mengarahkan segala urusan alam, dimana mereka menjadikannya sebagai sekutu-sekutu bagi Allah dalam mengatur segala urusan, meskipun orang-orang musyrik dahulu (tetap) mempercayai bahawa yang mengatur alam semesta adalah Allah Subhanahu wa Taala semata sebagaimana firmanNya:
Katakanlah! Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang berkuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab Allah. Maka katakanlah mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya) YUNUS 10: 31
Link to this comment:
All Comments (0)