Kendati tidak terjadi insiden kelaparan seperti pelaksanaan haji tiga tahun lalu, sejumlah anggota jemaah haji tahun ini mengeluhkan pelayanan katering haji. Bahkan, akibat tidak meratanya jumlah katering haji, sempat terjadi keributan antarkloter saat berebut makanan.
Buruknya pelayanan katering itu terlihat dari masih adanya antrean panjang di lorong-lorong sempit di antara dua tenda. Selain itu masih ada jemaah yang belum makan, namun menu makanan sudah habis sehingga tidak kebagian.
Soal jumlah makanan ini memang dipertanyakan jemaah. Sebab, terkadang di satu tenda jatah makanan masih banyak, tapi di tenda yang lainnya justru sudah kehabisan. Ironisnya, ada juga anggota jemaah haji yang tidak bersedia memberikan jatah makanan yang lebih kepada yang kekurangan dengan alasan jatah sudah ditentukan oleh pihak penyelenggaraan katering.
Tak hanya masalah pemerataan, jemaah juga mengeluhkan tentang menu yang disediakan. Misalnya, untuk sarapan pagi hanya nasi, sayur dengan sedikit daging dan krupuk serta buah jeruk. Jemaah menilai menu tersebut tidak layak. Padahal, harga satu kali makan itu sebesar delapan real atau sekitar Rp 20 ribu. Ini seharusnya cukup untuk mendapatkan menu yang layak dan memenuhi standar gizi.
--
Link to this comment:
All Comments (0)