Kita sangat prihatin atas hilangnya lagu anak-anak di layar televisi kita. Kita semua melihat banyak anak-anak yang membawakan lagu orang dewasa. Lihatlah dalam setiap tayangan Idol ini-itu di televisi, anak-anak kita "dipaksa" untuk menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang kadangkala syairnya tidak pantas mereka bawakan.
Dulu, di era 90-an, banyak penyanyi cilik, mulai dari Chicha Koeswoyo, Adi Bing Slamet, Enno Lerian, Joshua Suherman, Sherina, Tasya, Trio Kwek-kwek, dan Agnes Monica. Hampir semua stasiun televisi menayangkan lagu anak-anak. Lagu "Si Komo" yang dibawakan oleh Kak Seto, atau lagu "Libur Telah Tiba" ciptaan AT Mahmud, masih terngiang-ngiang di telinga hingga kini.
Tapi sekarang? Blantika musik anak-anak sudah mengalami lompatan cukup jauh. Televisi dan radio dipenuhi lagu-lagu orang dewasa. Kondisi yang sangat memprihatinkan. Dari segi edukasi, lagu-lagu dewasa itu tidak memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak sebagai generasi penerus masa depan bangsa. Maka, munculnya Muhammad Jujur, pencipta lagu anak-anak dari Padangpanjang yang juga putra Koreografer Minang Hoerijah Adam (almh.) ini membawa angin segar bagi masa depan lagu anak-anak di Tanah Air dengan mengarang kuranglebih 300 lagu anak-anak, dan pada album pertama ini dipelopori oleh Organisasi Generasi Muda Peduli Seniman Padangpanjang yang diketuai oleh Rifki Nanda, siap untuk mengembalikan anak-anak ke jati diri mereka.
Contoh awal masa depan anak-anak Padang Panjang yang kreatif nih.
Mudah-mudahan semua pihak mendukung ya...
Leo18032010 8 months ago