Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

- 6.30 Pagi, Wirosaban Gempa Bantul Yogya

Loading...

Sign in or sign up now!
21,357
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Mar 7, 2007

BAU amis darah menyesakkan dada tercium di ruang unit gawat darurat (UGD) RS Sardjito, Yogyakarta. Bahkan bau dan ceceran darah di mana-mana itu memenuhi lorong-lorong ruangan dan berbagai ruangan di rumah sakit itu yang disulap jadi tempat penampungan korban gempa tektonik yang melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah, Sabtu (27 Mei 2006). Di lahan parkir RS Sardjito juga terlihat ceceran darah dan bergelantungan botol cair­an infus. Sejumlah korban yang tidak tertampung dalam ruangan terpaksa berada di halaman RS tersebut. Sebagian korban mengerang dan menangis menahan sakit dan pilu. Sedangkan dokter dan paramedis tidak memiliki waktu senggang untuk sejenak saja menghirup udara segar, karena para korban gempa datang secara bergelombang dengan luka patah kaki, robek kulit dan daging, bocor bagian kepala, lebam dan memar di beberapa bagian tubuh. Akibat membeludaknya korban gempa yang butuh penanganan segera, operasi kecil atau melakukan tindakan menjahit bagian luka di kepala dan badan, terpaksa dilakukan di lorong, di halaman parkir, baik sambil jongkok atau berdiri. Tindakan higienis, sudah menjadi urutan lain, yang pasti korban harus segera diselamatkan.

Seperti yang dialami bocah dari Plered, Kab. Bantul. Tangisannya sudah tidak lagi mengeluarkan air mata, namun jelas erangan dan tangisan selalu menyertai ketika seorang tenaga medis menjahit luka menganga di kaki kirinya. Sementara sang ibu cuma bisa menangis sambil mendekap anaknya, dan ayahnya mengipasi tubuh putranya itu.

Sebagian besar dari mereka masih tidak percaya suara gemuruh di pagi hari itu, adalah gempa tektonik yang membuat mereka terluka. Konsentrasi mereka masih tertuju ke aktivitas Gunung Merapi yang mengeluarkan awan panas besar dua kali pada saat gempa terjadi.

Raungan sirene ambulans, gemuruhnya suara baling-baling helikopter, termasuk hilir mudiknya mobil-mobil umum yang membawa korban gempa, seolah berpacu dengan suara erangan para korban gempa yang didominasi kaum tua renta dan anak-anak. Mereka bergeletakan di sepanjang lahan parkir RS Sardjito sampai ke lorong-lorong. Sebagian warga lainnya, memenuhi ruang jenazah yang sampai pukul 15.30 di RS Sardjito tercatat 79 korban gempa meninggal, 14 di antaranya belum dikenal identitasnya.

Pemandangan yang sama juga terlihat di sejumlah rumah sakit di Yogyakarta seperti RS PKU Muhammadiyah, RS Panti Rapih, RS Bethesda, RSI Hidayatulah, RSUD Wirosaban, dan banyak rumah sakit kecil lainnya. Korban gempa membeludak sampai di Bantul. Mereka berderet di trotoar dekat RSUD Bantul, trotoar depan RS PKU Muhammadiyah Bantul, beralaskan tikar seraya menunggu perawatan. Banyak bantuan tenaga medis, seperti dari Dinkes Jabar yang mengirim para dokter dan paramedis senior dan dari RS St. Borromeus dan RS Santo Yusup untuk membantu tenaga medis di RS Bethesda.

Yang memprihatinkan, suasana di RSUD Senopati Bantul. Kondisi tenaga medis sangat terbatas, persediaan obatan-obatan habis, sementara korban gempa terus berdatangan. Namun yang membuat mereka merasa sedih adalah, korban gempa terpaksa tergeletak tanpa naungan tenda-tenda dan bantuan logistik. Akibatnya, selain kepanasan dan terpapar debu, mereka juga kelaparan dan kehausan. Lebih jauh lagi, rintihan para korban gempa menambah suasana kian mencekam menjelang sore, tanpa penerangan, logistik dan tenda.

Pada tahun 1867 di Yogyakarta pernah terjadi gempa bumi yang merobohkan 372 rumah, 5 orang meninggal dunia. Pada Tahun 1943 terjadi lagi, 2800 rumah hancur, 213 orang meninggal, 2096 orang luka. Tahun 1981 gempa di Yogyakarta mengakibatkan dinding Hotel Ambarukmo retak-retak.

Category:

People & Blogs

Tags:

License:

Standard YouTube License

Link to this comment:

Share to:

Uploader Comments (wanawotvideo)

  • Ya Allah Ya Robbi..Ini semua kehendak Mu ya Allah. Sebagai satu peringatan apa yang ada di LANGIT & BUMI milik mu. Hanya kepadamulah semua kembali,semoga di berikan ketabahan dan keteguhan iman bagi yg kena musibah..Amin Amin Amin Ya Robbal'Alamin.

  • Memang, semua yang telah terjadi ini adalah Kehendak Allah yang maha Perkasa. Dia telah membikin Gempa Bantul 27 Mei 2006 itu sebagai cobaan dan peringatan.Gempa Bantul Telah berlalu, sekarang masyarakat Bantul telah pulih kembali baik mentalnya maupun bangunan-bangunan fisiknya. Kalau anda sempat main ke Bantul, anda akan menyaksikan, semuanya telah pulih kembali

Video Responses

This video is a response to gempa bumi di jogja
see all

All Comments (10)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • huhuich bin heute richtig gut bei laune wer will mit mir chatn oder telen

  • saya berdo,a pada masyrakt bantul moga di beri ketabahan hati ini semua adalah cobaan dari allah moga kita semua bisa tabah amin,,,,,,

  • di setiap kejadian adalah ketentuan ALLAH.... DIA yg MAHA MENGETAHUI....

  • jogja ku sentiasa di hati dan orangnya akan sentiasa dilindungi tuhan.

  • ya mudah2an semua bisa pulih kembali,insyaALLAH thun depan mau balik ke indo,..dan pingin sekali main ke jogja,..thanks,dan moga anda sekluarga sukses sll, amin,

  • terakhir ke bantul lebaran tahun lalu. yang telah pergi tak mungkin kembali. walaupun begitu, luka itu sudah kering. orang bantul tangguh2, luar biasa!!

    love jogja & u

  • Ya Allah segalanya memang Enkau yang berkehendak da berkuasa....Subhanallah maha suci allah.

  • subhanallah maha suci allah dengan segala firmanya terharu banget

Loading...

0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more