Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

Tradisi BISSU (Pendeta Bugis Sulawesi Selatan) Scene 2.mp4

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
1,745
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Nov 15, 2011

Tulisan : Sharyn Graham
dialihbahasakan oleh Ilham Kamazka Btara Sahadia


Sebuah kelompok tertentu berperan sebagai pendeta di tengah suku Bugis di Sulawesi Selatan. Bissu digambarkan sebagai sosok berkelamin ganda yang membawa unsur perempuan dan laki-laki. Bagi siapa saja yang tertarik dalam studi jenis kelamin dan gender, suku Bugis, kelompok etnis terbesar di Sulawesi Selatan, menawarkan lembaran kanvas yang sangat kaya untuk penelitian.

Selama beberapa tahun terakhir saya telah melakukan penelitian antropologi mengenai ide-ide dan ragam gender di Sulawesi Selatan, Indonesia. Pada awalnya saya mengenal gender pria dan wanita saja, namun ketika tiba saya menyadari bahwa gender di Sulawesi Selatan jauh lebih kompleks dari itu. Pada suku Bugis di Sulawesi Selatan, terdapat setidaknya empat identitas gender yang diakui ditambah identitas kelima yaitu 'para-gender'. Selain laki-laki (oroane) dan perempuan (makunrai) (kategori yang mirip dengan yang terdapat di Australia), ada pula calalai* secara biologis ia adalah perempuan yang mengambil banyak peran dan fungsi yang diharapkan dari laki-laki; calabai ** secara biologis ia adalah laki-laki yang dalam banyak hal mematuhi harapan wanita, dan Bissu. Pada artikel ini, saya akan fokus pada Bissu, selaku pendeta/perantara.

Suku Bugis memiliki sejarah lisan yang sangat kaya, serta catatan sejarah yang panjang. Jika Anda bertanya kepada seseorang di Sulawesi Selatan bagaimana dunia mereka tercipta, mungkin Anda akan diceritakan sebuah kisah di mana Bissu memainkan peran utama.

Anda bertanya bagaimana dunia tercipta? Izinkan saya bercerita.

Di botinglangik--di surga, para dewa memutuskan untuk membawa kehidupan pada sebuah planet yang kesepian. Dikirimnyalah salah satu dewa agung, Batara Guru. Tetapi Batara Guru tidak pandai dalam mengatur kehidupan. Dalam mengemban tugas ini, diperlukan dua orang Bissu. Lalu dewa-dewa langit menurunkan dua Bissu yang mendampingi Batara Guru saat ia turun ke bumi. Ketika mereka tiba, kedua Bissu bertugas untuk mengatur kehidupan; mereka melahirkan pranata-pranata masyarakat Bugis, mereka menciptakan bahasa, budaya, adat istiadat, dan semua hal yang dibutuhkan agar dunia ini hidup. Kehidupan dimulai. (Hajji Bacco', seorang Bissu)

Selain tradisi lisan, suku asli Bugis telah mencatat kisah sejarah pada daun lontar semenjak abad keenam belas. Terdapat salah satu kisah yang tercatat bercerita tentang Sawerigading dan We Cudai, sebuah peristiwa pernikahan yang mengakibatkan kelahiran manusia pertama di bumi.

"Sawerigading sangat ingin menikahi We Cudai tetapi dia hidup di sebuah pulau di tengah danau. Sawerigading harus mendatangi We Cudai ke tengah danau tapi tak terpikirkan cara untuk membawanya ke sana. Akhirnya, Sawerigading memutuskan membuat sebuah perahu dan mendayung ke tengah pulau untuk mendatangi We Cudai. Tapi bagaimana cara membuat perahu? Andai saja ia bisa merobohkan satu pohon besar. Tapi ia tidak cukup kuat untuk melakukannya. Sawerigading menangis frustasi hingga larut malam. Dia berpikir ia tidak akan pernah bisa menebang pohon ini dan membuat sebuah perahu dan ia tidak akan pernah mencapai We Cudai. Tapi Bissu mendengar tangisan Sarawigading dari atas langit. Lalu, sang Bissu turun dan berkata, "Jangan kau khawatir, akan kubantu kau menebang pohon dan merakit perahu." Sang Bissu merobohkan pohon itu karena ia memiliki kekuatan pria dan wanita; manusia juga dewa. "

Kisah-kisah nenek moyang berfungsi untuk menunjukkan bahwa Bissu memiliki posisi penting dalam pikiran orang Bugis di masa lalu. Selain itu, peran penting tersebut memungkinkan Bissu untuk menegaskan juga mempertahankan posisi terhormatnya dalam masyarakat Bugis masa kini.

Category:

People & Blogs

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (1)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • Wow, aku suka belajar budaya Indonesia pra-Islam. Bissu itu dari kata biksu ya?

Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more