Bahaya Bidaah terhadap Akidah & Ibadah 3/11

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
2,598
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Jul 27, 2009

Dari Aisyah berkata: Rasulullah sallallahu alaihi wa-sallam telah membacakan ayat ini: (Dialah yang menurunkan al-Kitab (al-Quran) kepada kamu antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkam, itulah pokok-pokok isi al-Quran dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang di dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semunya itu dari sisi tuhan kami. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal - Ali Imran 3: 7.). Maka Rasulullah sallallahu alaihi wa-sallam bersabda: Apabila kamu melihat orang-orang yang mengikut jalan yang syubhat, maka itu orang-orang yang dinamakan oleh Allah (di ayat ini), maka berhati-hatilah dari mereka. (H/R Bukhari 3/110. Muslim 2053. Abu Daud 4598. At-Tirmizi 993. Ibnu Majah 47.)

Khalifah Umar bin al-Khattab radiallahu anhu berkata: Akan datang suatu kaum mendebati kamu dengan syubhat-syubhat al-Quran. Maka hadapi mereka dengan sunnah-sunnah. Sesungguhnya orang yang berpegang dengan sunnah adalah manusia yang paling tahu dengan kitab Allah. (Sunan ad-Darami 1/148. Jamiul Bayan al-Ilm. 2/123. Al-Lalikaii 1/123. Al-Ibanah Ibn Battah. Sanadnya sahih.)

Maka perbuatan bidaah dan syubhat telah disepakati oleh para ulama Salaf as-Soleh sebagai perbuatan haram dan ditegah kerana telah dihukum sebagai amalan yang sesat menurut syara. Pembuat atau pelaku bidaah dianggap sesat kerana mereka mengikuti jalan-jalan yang paling dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya dan memilih jalan yang paling dicintai oleh Iblis. Taubat pelaku bidaah ini tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa-Taala selagi ia tidak meninggalkan bidaah yang disertakan dalam amal akidah atau ibadahnya. Akan ditarik oleh Allah kebaikan serta keberkatan sesuatu amal ibadah disebabkan berbaur dengan syubhat dan bidaah. Setiap orang yang beriman telah diharamkan dari mengikuti jalan-jalan yang dipenuhi dengan kesesatan bidaah sebagaimana penjelasan dari hadis riwayat Abi al-Hajaj bin Jabar al-Makki:

"Dan janganlah kamu ikut jalan-jalan: Beliau kemudian berkata: Yang dimaksudkan jalan-jalan ialah perbuatan bidaah dan syubhat". (Dikeluarkan oleh ad-Darimi 1/68). Al-Baihaqi dalam المدخل No. 200. Dan lihat: الدار المنثور 1/210.)

Berkata Abdullah bin Abbas: Sesungguhnya (antara) perkara-perkara yang paling dibenci oleh Allah ialah perbuatan bidaah. (Dikeluarkan oleh al-Lalikaii 1/123. Abu Na'em dalam الحلية. 7/26.)

Berkata Abdullah bin Abbas radiallahu anhu: Allah tidak akan menerima amalan pelaku bidaah sehinggalah ditinggalkan bidaah tersebut. (H/R Ibn Majah (49) Muqaddimah Sunan Ibn Majah.)

"Tidak akan (dibiarkan) berlaku bidaah pada satu-satu kaum kecuali akan dicabut (oleh Allah) satu (amal kebaikan) dari mereka yang sepertinya. (H/R Ahmad,16356).

Allah telah mengharamkan mereka dari mendahului Allah dan Rasul-Nya sebagaimana firman-Nya:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-Hujurat. 49:1)

Allah Azza wa-Jalla berfirman:
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim (pemutus) dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (An-Nisa. 4:69.)

Sesungguhnya jawapan orang-orang mukmin apabila dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar menerima hukum (yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya) antara mereka, mereka mengatakan kami mendengar dan taat (patuh). (An-Nur. 24:51)

Maka janganlah menyerupai sikap kaum Ahli Kitab yang hanya mendengar tetapi menentang sehingga mereka tergolong umat yang dilaknat oleh Allah Azza wa-Jalla sebagaimana firmanNya:

قَالُوْا سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا

Mereke menjawab: Kami mendengarkan tetapi kami tidak mentaati. (Al-baqarah. 2:93.)

Mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknati pula oleh semua (makhluk) yan dapat melaknati. (Al-Baqarah. 2:105.)

Category:

Education

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more