Rumah yang dikepung tim Densus 88 Mabes Polri diduga dihuni anggota jaringan teroris. Bahkan diduga kuat di antara mereka terdapat gembong teroris Noordin M Top.
Pengepungan yang berlangsung sejak hari Jum'at (7/8/2009) pukul 17.00 WIB hingga Sabtu (8/8/2009) sekitar pukul 10.00 WIB telah berakhir setelah berlangsung selama 17 jam sejak Jumat sore. Rumah ini sebenarnya milik seorang warga bernama Moh. Zari. Tiga tahun lalu, anaknya yang bernama Tatag sudah ditangkap polisi. Sebelumnya polisi juga menangkap Wawan Setiawan di Tanjungsari, Temanggung, serta Aris dan Indra di sebuah bengkel di Kedu.
Satu jenazah telah dikeluarkan dari rumah yang dikepung tim Detasemen Khusus 88 di Desa Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (8/8). Diduga jenazah tersebut adalah Noordin M. Top.
bagian 1
-
aku setuju ama kamu!
Zeeajijah 2 years ago
Teroris - teroris itu tumbuh dan hidup subur di Indonesia dikarenakan oleh KEBODOHAN dan KERENDAHAN PENDIDIKAN di indonesia...!!! Kalo orang-orang indo dipenuhi oleh pendidikan yg tinggi dan pinter-pinter, maka teroris itu gak gampang menghasut dan menodai otak orang-orang indo ....!!!!
tiikuus 2 years ago