Menjadi pengamen jalanan bagi Okto Setiawan, anak muda yang akrab dipanggil Badrun, bukanlah pilihan. Tapi sebuah keterpaksaan hidup, dimana anak-anak Indonesia pada umumnya, tidak pernah mempunyai kesempatan yang baik untuk bersekolah. Biaya sekolah mahal adalah alasan utama.
Lelaki kelahiran Purbalingga, 3 Oktober 1993 silam ini, nekat mengamen sejak menamatkan Sekolah Dasar. Orang tua Badrun bukanlah golongan mampu dalam memenuhi kewajiban belajar 9 tahun bagi anak-anaknya seperti yang dianjurkan Pemerintah.
Rata-rata Rp 40 ribu sehari adalah pendapatan Badrun. Bukan uang yang kecil, tapi bagaimana bila dibandingkan seharian Badrun hilir-mudik dari Purbalingga hingga Banjarnegara, Cilacap, bahkan sampai Pemalang. Belum lagi masa bersekolah Badrun yang direnggut oleh keadaan. Keadaan negeri ini yang digerogoti korupsi.
Okto Setiawan alias Badrun, pengamen jalanan juga musisi, yang berhak berdiri dipanggung ini. Panggung anak muda, panggung orang-orang yang mau bekerja keras dan melihat masa depan.
Link to this comment:
All Comments (0)