Tarian Gadis Jambi Berkumpul Di Hari Keluarga

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
2,691
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Jul 4, 2008

Ketika penulis hidup di Munchen Bavaria Jerman , sebagai orang Indon yang memiliki keterbatasan uang, hampir selalu di setiap akhir pekan mengunjungi Flohmarkt ( pasar barang bekas keluarga Jerman). Jangan dibayangkan dulu kalau pasar itu itu suatu bangunan megah dan luas dengan pedagang aneka barang yang banyak ragam dan jumlah satuannya- sebagaimana suatu pasar barang bekas di Jl. Surabaya Jakarta maupun pasar loak di Jatayu Andir Bandung. Pasar Loak keluarga Jerman ( flohmarkt) itu hanyalah ajang dagang keluarga di tenda-tenda yang dibangun spontan dan sederhana, gampang dibongkar kembali, dan semua barang serta perlengkapan dagang dapat dibawa dengan kendaraan pribadi sekalipun. Dan jangan kaget kalau yang diperdagangkan adalah barang yang tidak diperlukan lagi oleh suatu keluarga kemudian diperluajbelikan - tanpa perantara pedagang sebagaimana umumnya di Indonesia. Pedagangnya adalah anggota keluarga masing-masing, yang berjualan secara bergantian antara ayah-ibu dan anak, dan tentunya dengan itu berharga murah.
Mungkin anda bertanya, apakah orang Jerman itu karena miskin ? Jawabannya bukan! Karena, kalau mereka miskin, toch disana ada jaminan sosial yang memadai buat hidup mendapatkan basic need ( kebutuhan dasar) satu keluarga. Ternyata, fungsinya pasar spontan tersebut adalah menjalankan konsep ReUse (Gunakan kembali)-Reduce ( Kurangi Sampah) dan Recycle (Daur Ulang) akan potensi sampah dari barang bekas suatu keluarga. Dilihat dari kepentingan penataan kota, tentu saja dengan adanya Flohmarkt itu bermanfaat mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah dari logam bekas, mainan anak bekas, TV Bekas, baju bekas, alat rumah tangga bekas dan aneka barang -yang dikatagorikan suatu keluarga sebagai barang bekas namun sebenarnya "barang baru" bagi keluarga lainnya. Bukankah banyak barang di rumah kita yang seringkali tidak berguna lagi - katakanlah mainan anak- padahal kita seringkali bingung membuangnya ? Disimpan juga hanya membuat penuh rumah, tapi dibuang sayang, bukan ?

Category:

Entertainment

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
Loading...
Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more