Romans De Amor, Gempa Bantul Yogyakarta

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
2,883
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Oct 6, 2007

Gempa berkekuatan 5,9 SR yang mengguncang Jogja dan Jateng 27 Mei 2006 menyisakan isak tangis dan haru biru bagi warga Jogja dan Jateng. Rumah, toko, kendaraan, dan hewan ternak semua habis tak tersisa. Sebagian pula harus rela kehilangan sanak keluarganya untuk selama-lamanya. Sungguh guncangan hebat yang terjadi pada pagi buta itu menjadi cerita duka bagi warga Jogja dan Jateng. Hanya orang-orang yang bermental bajalah yang tetap tabah menjalani semua cobaan yang diberikan Yang Kuasa ini.

Sebut saja bapak Muhammad Syukri, akan tetapi warga dusun Manggung, Desa Timbulharjo, Kecamatan Jetis,Kabupaten Bantul ini lebih dikenal dengan panggilan Mbah Jupri, seorang kakek yang berusia 76 tahun ini harus rela kehilangan rumah, tempat untuk berteduh, bercengkerama dengan keluarga dan melepas lelah setelah seharian beliau mencari nafkah untuk menyambung hidup. Tidak hanya itu, sepeda kesayangannya yang biasa dipakai untuk mencari nafkah ini pun harus direlakan menjadi barang rongsokan akibat tertimpa bangunan. Sebelum gempa terjadi, Mbah Jupri berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling dengan menggunakan sepeda onthel. Didaerah Giwangan (terminal bus baru) menuju utara sampai Kebun Binatang Gembira Loka hampir setiap pagi beliau mengayuh sepeda kesayangannya itu untuk menawarkan jasa sol sepatunya. Profesi ini sudah digelutinya sejak 47 tahun yang lalu, dan bersumber dari itulah Mbah Jupri mampu untuk menghidupi seorang istri dan 4 orang anaknya. Selama ini hanya beliaulah yang menjadi tumpuan keluarga, karena dua dari empat anaknya mengalami hilang ingatan sejak 15 tahun yang lalu, seorang kakek yang seharusnya dapat menikmati ketenangan dihari tuanya harus membanting tulang yang semakin rapuh untuk dapat menyambung hidup........

Sejak gempa terjadi, praktis biaya untuk hidup istri dan anaknya terganggu, karena sepeda sebagai alat mata pencahariannya sehari-hari itu ikut hancur tak berbentuk akibat tertimpa bangunan. Untunglah kurang lebih 2 minggu pasca gempa (pada hari Rabu, 14 Juni 2006) LAZ Portal Infaq bersama BNI Life, Delta FM, Pemda Depok dan Yayasan Amal Sholeh (YAS) Bantul membuat program "SEPEDA UNTUK JOGJA" dengan bentuk program pemberian 72 sepeda. "Kulo ngaturaken maturnuwun sanget"*, begitulah ungkapan yang disampaikan Mbah Jupri saat Tim Portal Infaq bersilaturahim di kediaman beliau yang hanya berbentuk segi empat berukuran 4x4 m dengan kain terpal kuning sebagai atapnya.

Mbah Jupri adalah salah seorang yang yang sangat tegar mengahadapi cobaan ini, semuanya dihadapi dengan optimis dan senyuman. Bahkan sehari setelah pemberian sepeda dari LAZ Portal Infaq bersama BNI Life, Delta FM, Pemda Depok dan Yayasan Amal Sholeh (YAS) Bantul, beliau langsung bekerja kembali untuk mencari nafkah menghidupi 5 orang anggota keluarganya. Semoga perjuangan yang tak kenal lelah ini mendapatkan balasan yang setimpal dari Yang Kuasa...

Category:

People & Blogs

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:

Video Responses

This video is a response to Gempa 7.9 SR Padang
see all

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more