Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

Sampah ( Part 03 ) : Masalah Sampah Di Indonesia

Loading...

Sign in or sign up now!
6,083
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Oct 18, 2008

Masalah sampah kota seringkali ingin diselesaikan cara mudah dengan membakarnya. Tanpa disadari, polutan yang timbul dari plastik dan bahan organik terbakar beresiko bagi menurunnya derajat kesehatan penduduk.

Konsep dan metode penanganan sampah - yang dikenal dengan 3 R ( Reuse, Reduce, Recycle) menjadi rumit manakala budaya masyarakat tidak siap memilah sampah berdasar jenis organik, an-organik logam- plastik- kaca. Upaya memasyaratkan pengomposan organik terkendala dengan bercampurnya aneka jenis sampah.

Jalan keluar dengan dibakar insinerator menjadi pilihan untuk kemudian menggerakan turbit pembangkitan tenaga listrik ( waste to energy). Namun, cara ini, menurut pakar lingkungan tungku pembakaran dibawah 1000 derajat celcius tetap beresiko menghasilkan dioxin yang berbahaya bagi lingkungan. Maka jalan teraman, penanganan sampah secara berjenjang dan terdesentralisasi dimulai di level rumah - dengan memilah, kemudian menyediakan kontainer berdasar jenis, mendaur ulang jenis plastik- kertas- logam serta sisanya berupa sampah undegradable dan sampah klinis dikelola di TPA.
______________________________________

Namun mengingat karakteristik sampah di Indonesia berbeda dengan sampah di negara-negara maju, yakni komposisi organik justru lebih besar, hingga lebih dari 70 %, dibanding misalnya sampah di Singapura- dengan komposisi organiknya 6 %, maka proses penguraian ( dekomposisi) sampah organik mutlak diperlukan.

Pengomposan sampah menjadi bahan organik kaya nutrisi bagi tanaman telah dipraktekan di banyak keluarga di Eropa. Mereka menggunakan komposter di halaman, menjadikan sampah kebun dan dapur sebagai bahan pengomposan- yang kemudian amat berguna dalam kegiatan pertamanan. Kini, cara itu dikenalkan di Indonesia dalam komposter sebagai media dekomposisi dan memanfaatkan konsorsium mikroba-bakteri dan jamur sebagai aktivator proses dekomposisi tersebut.

Maka, menggunakan komposter di rumah-rumah Indonesia menjadi amat relevan jika mengingat keperluan akan pupuk organik bagi penyuburan kebun pekarangan, menambah penghasilan keluarga dengan menghemat belanja akan bahan dapur serta sekaligus mengurangi beban TPA- yang makin bermasalah di banyak Kota di tanah air.

Jangan ambil resiko dengan membiarkan sampah menjadi sarang penyakit di rumah dan lingkungan, ganti tong sampah dengan komposter pada harga yang yang sama.

Info detail klik http://www.kencanaonline.com

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (1)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • penanganan sangat bagus. saya mau nanya gimana caranya supada saya pada download video mengenai sampah, limbah dan pencemaran

Loading...

0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more