Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

Israel Kembangkan Buah Kaktus Pitaya

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
3,106
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Oct 24, 2010

Buah kaktus Pitaya yang berasal dari Meksiko ini dibawa ke Vietnam oleh bangsa Perancis di awal abad ke-20. Sejak itu, buah ini dikembangkan menjadi buah naga di Vietnam.

Petani Israel sedang mengembangkan spesies buah naga baru dengan rasa lebih enak, berumur panjang, dan juga lebih kompetitif, di pasar Eropa.

Salah satu hal menakjubkan dari tanaman ini, yang juga membuat susah para petani adalah, kemekarannya hanya beberapa jam.

[Yossi Zaphrir, Petani dan Peneliti, Desa Bilu, Israel]:
"Bunga kaktus ini hanya mekar untuk semalam; jam 9 atau jam 10 pagi sudah menguncup kembali. Maka dari itu penyerbukan hanya dilakukan di pagi hari dan proses ini membutuhkan banyak tenaga kerja manual."

Harga buah naga Vietnam yang murah membuat persaingan sangat sulit. Namun walaupun murah, buah naga Pitaya tersebut rasanya hambar. Sejak tahun 90-an, petani Israel terus mencoba mengembangkan spesies baru yang rasanya lebih lezat. Zaphrir juga mencoba hal ini setelah ia pensiun.

[Yossi Zaphrir, Petani dan Peneliti, Desa Bilu, Israel]:
"Kita harus kembangkan spesies baru yang enak."

Dua spesies Venus dan Golden dikembangkan oleh Professor Moshe Mizrahi dari Universitas Ben Gurion dengan bantuan Zaphrir. Tidak seperti daging buah naga dari Vietnam yang berwarna putih, warna daging buah Pitaya Bilu ini adalah ungu terang.

[Yossi Zaphrir, Petani dan Peneliti, Desa Bilu, Israel]:
"Sekarang, kami punya berbagai macam spesies dan salah satu 'induk'nya adalah spesies Bilu yang memiliki rasa yang tak tertandingi. Di Eropa, buah merah ini sudah terkenal dan bahkan dicari-cari oleh para pembeli."

Anak-anak di Israel juga sangat menyukainya.

[Keshet Margalit, Rehovot, Israel]:
"Saya suka yang pink karena rasanya asam dan manis".

Kesuksesan bersumber dari penggunaan pot bunga untuk mengatasi serangan serangga dan penyakit, dan teknik irigasi titis demi menghemat air. Kekurangan air adalah masalah serius di Israel, dan buah-buahan tropis umumnya butuh banyak air.

[Yossi Zaphrir, Petani dan Peneliti, Desa Bilu, Israel]:
"Buah ini termasuk jenis kaktus, dan pada umumnya mereka hemat air. Jika dibandingan buah lain seperti jeruk, mangga, dan alpukat, kadar air yang dibutuhkan oleh kaktus hanya sepertiga dari buah lain."

Peneliti Israel berharap, solusi bagi keterbatasan penyerbukan akan ditemukan, agar penanaman Pitaya untuk ekspor akan tersebar luas dan membawa untung.

NTD News, Israel.

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more