Ekspedisi kali ini kita tidak hanya memasuki hutan yang terdapat habitat Rafflesia tetapi juga memasuki hutan konservasi kibut/bunga bangkai/amorphophalus titanum yang dikelola oleh Holidin bersaudara. ketika memasuki lokasi ini pohon Tampuy sedang berbuah lebat, buah tampuy mirip seperti buah Cupak/Rambey yang rasa na asam-asam manis, bedanya dengan buah cupak/rambey, buah Tampuy memiliki kulit buah yang cukup tebal dan agak keras, isi dalamnya berwarna kuning sedangkan buah Cupak/Rambey kulit na lembut dan isi dalamnya berwarna bening/putih. Kami semua akhir na mencicipi buah Tampuy langsung dari pohonnya yang di ambil dengan cara menjuluk oleh Pak Holidin.
Ada 5 pohon kibut jenis titan di konservasi ini yang tumbuh subur dengan ketinggian dan batang pohon yang cukup besar. semuanya dipagari agar tidak di ganggu oleh hewan liar hutan. Sudah tidak sabar lagi ingin melihat pohon kibut ini nantinya berbunga, pasti cukup besar dan tinggi sekali, belum bisa diperkirakan kapan bunga kibut ini mekar sebelum pohonnya mati secara alami dan dari umbinya muncul kembali tunas bunga.
Ekspedisi semakin seru, ketika hujan deras mengguyur kami, pondokan pak holidin jadi tempat berteduh hingga hujan berhenti. Sekitar pukul 15.00 kami pulang dan berpamitan dengan Pak Holidin bersaudara, sebelumnya Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) memberikan bantuan dana sukarela utk pengelolaan puspa langka di hutan kepahiang.
Mari kita dukung Holidin Bersaudara, Pelestari Rafflesia yang selalu semangat menjaga dan mengelola habitat Rafflesia di hutan Bengkulu. Mari kita lindungi hutan bengkulu dari perambahan agar flora dan fauna yang ada didalam na tetap lestari. Nantikan Ekspedisi Rafflesia selanjutnya dalam waktu dekat ini dimana akan mekar Rafflesia 2 sekaligus, extraordinary fresh :)
Salam KPPL, Salam Lestari ...
part 2 of jungle expedition.. i long it..we find rare fruit, tampuy..
relaxing n nice.. unforgettable moment..
reza76smile 4 months ago