Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

Situs Ki Gede Ing Suro

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
11,984
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Sep 25, 2008

Situs Ki Gede Ing Suro
Photograph Erwan Suryanegara

According To Tomec Pires (1446-1524), a seaman Portugis is working for empire of Portugis in Asia, writes around downfall of Melaka, express extinct of influence Majapahit and Chinese in Palembang as result of evocation of Islam in region Palembang x'self.

This situation and condition places Palembang becomes protection region of empire of Islam Demak, around year of 1546, what entangles Aria Penangsang from Jipang and Pangeran Hadiwijaya from Pajang.

At the time of Aria Penangsang death, the its the followers running away to Palembang.

The this Aria Jipang followers makes new strength by building empire of Islam Palembang. Empire founder figure of Islam Palembang is Ki Gede Ing Suro.

His its first Keraton in Kuto Gawang, at the moment its the situs is acurate resided in area PT. Pupuk Sriwijaya.

While mausoleum Ki Gede Ing Suro resides in back PT Pupuk Sriwijaya, 1 Ilir Palembang.

From form of keraton riparian Java of Musi, the its the powers adapts with Malay area in vinicity. Happened an acculturation and assimilation of culture of jawa and Malay, known as culture Palembang, is growing until now.

This Situs Ki Gede Ing Suro, besides as culture solidarity evidence of Java and Melayu, also contiguity Islam-Budha, because this mausoleum resides in ex- temple property of Budha empire ommission of Sriwijaya.

Song TUDUNG PERIUK


Situs Ki Gede Ing Suro
Foto Erwan Suryanegara

Menurut Tomec Pires (1446-1524), seorang pelaut Portugis yang bekerja untuk kerajaan Portugis di Asia, menulis sekitar tahun kejatuhan Melaka, menyatakan pupusnya pengaruh Majapahit dan Cina di Palembang akibat kebangkitan Islam di wilayah Palembang sendiri.
Situasi dan kondisi ini menempatkan Palembang menjadi wilayah perlindungan Kerajaan Islam Demak, sekitar tahun 1546, yang melibatkan Aria Penangsang dari Jipang dan Pangeran Hadiwijaya dari Pajang.
Pada saat Aria Penangsang mati, para pengikutnya melarikan diri ke Palembang.
Para pengikut Aria Jipang ini membuat kekuatan baru dengan mendirikan Kerajaan Palembang. Tokoh pendiri Kerajaan Palembang adalah Ki Gede Ing Suro.
Keraton pertamanya di Kuto Gawang, pada saat ini situsnya tepat berada di komplesk PT. Pupuk Sriwijaya.
Sedangkan makam Ki Gede Ing Suro berada di belakang PT Pupuk Sriwijaya, 1 Ilir Palembang.
Dari bentuk keraton Jawa di tepi sungai Musi, para penguasanya beradaptasi dengan lingkungan melayu di sekitarnya. Terjadilah suatu akulturasi dan asimilasi kebudayaan jawa dan melayu, yang dikenal sebagai kebudayaan Palembang, yang berkembang hingga sekarang.
Situs Ki Gede Ing Suro ini, selain sebagai bukti perpaduan kebudayaan Jawa dan Melayu, juga persinggungan Islam-Budha, sebab makam ini berada di bekas candi milik Budha peninggalan kerajaan Sriwijaya.

Lagu TUDUNG PERIUK

Category:

Travel & Events

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 1 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (6)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • sedap nya lagu, apa nama nya

  • struktur tanggul batu bata ini seperti di Kompleks pemakaman Sultan Banjarmasin

  • kalau dilihat dari keberadaan makam para pendiri kerajaan islam yang keberadaanya berada pada eks peninggalan kerajaan sriwijaya yang menganut budha, coba kita sedikit berpikir... apakah yang ingin mereka tunjukan kepada para anak cucunya....????

  • bahasa jawi satu bahasa satu nusantara

Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more