20/06/2009 18:57
Jakarta: Buku biografi mantan pebulutangkis Liem Swie King berjudul "Panggil Aku King" menuai kontroversi. Pasalnya, dalam buku itu, King mengaku dipaksa petinggi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk mengalah pada rekannya sesama pebulutangkis, Rudi Hartono, dalam laga final All England 1976.
Dalam peluncuran buku tersebut di Jakarta, kemarin, King menuturkan paksaan itu demi mencatatkan sejarah Rudi Hartono sebagai juara All England delapan kali. Kemenangan Rudi mematahkan rekor Erland Kops asal Denmark. Tapi pengakuan ini langsung dibantah Rudi yang menyatakan pertandingan All England 1976 murni pertandingan. Bantahan itu kembali ditanggapi dengan mengatakan, "No comment, tapi memang kenyataannya begitu." kata King.
It has been a well known secret at that time that the result of a final match is being discussed in advance by the officials and determined who is allowed to win the title. They are the ones to blame, not the players !
mangcecep 2 years ago
King,
the choice was yours.
Ariji86 2 years ago