Uploaded by polittika on Jan 11, 2010
Di bawah pimpinan Kepala Rutan Sarjo Wibowo dan Ditjen Lapas Untung Sugiyono, Rutan Pondok bambu diubah menjadi hotel
mewah.Deru sepeda motor memecah sunyi malam di lingkungan rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu (10/1). Malam
memang baru datang, tapi aturan rutan mengharuskan semua narapidana wanita ini sudah masuk ke dalam sel sejak sore hari.
Seorang petugas membuka sedikit pintu gerbang, "Perlu apa?" katanya tegas. "Ini mau mengantar lemari pesanan," ujar
pengendara sepeda motor sambil menunjuk lemari berpernis di bungkus kardus yang terikat di boncengan motor.
Sejurus kemudian, tiga orang anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana, Mas Achmad Santosa, dan Yunus
Husein, menerabas masuk gerbang. Rombongan wartawan menyusul di belakang. Dua lelaki yang menjaga gerbang tampak panik,
sekuat tenaga mereka berusaha menghalangi dan menutup pintu agar wartawan tidak bisa masuk. Tetapi Sekretaris Satgas Denny
Indrayana berusaha menahan pintu sehingga tidak tertutup.
"Ada apa ini, nggak bisa masuk sembarangan," kata petugas itu.
Denny yang adu kuat menahan pintu dengan petugas, tegas menjawab, "Ini perintah Presiden. Kasih jalan, saya yang
tanggungjawab."
Dipimpin Denny, rombongan langsung menuju ke sebuah ruangan di lantai tiga. Menangkap basah Arthalyta Suryani, narapidana
yang menyuap Jaksa Urip Tri Gunawan, yang tengah menjalani treatment kecantikan dengan dokter pribadi, Hadi Sugiarto,
seorang dokter ahli kosmetik laser. "Wah ibu bacaannya Gurita Cikeas, saya saja belum baca," ujar Mas Achmad mengomentari
buku yang tergeletak di sisi sofa bed Ayin.
Ruang yang disebut Ayin sebagai ruang Bimbingan Kerja itu disekat menjadi tiga bagian. Di bagian depan, diletakan sebuah
kolam bola warna-warni berukuran besar. Di balik sekat berbahan bambu, sebuah sofa bed menghadap televisi layar datar. Di
kanan kiri sofa bed ada sofa-sofa empuk dialasi bantal kursi. Meja segi empat di tengah ruangan dipenuhi bertoples-toples
kue dan aneka camilan.
Ketegangan sempat terjadi ketika seorang petugas rutan berusaha membawa Ayin kembali ke selnya yang asli.
"Ibu pusing? Ayo bu saya antar kembali (ke sel)..." ujar wanita paruh baya itu panik.
"Saya yang perintahkan ibu, biarkan dulu ibu Ayin di sini," tegas Denny Indrayana kepada petugas itu.
Ternyata tak mempan, karena petugas penjara itu tetap bersikukuh. "Ya, tapi kan saya juga punya atasan pak," sahutnya.
"Ini instruksi Menteri," sentak Mas Achmad.
Denny kemudian meminta petugas itu keluar ruangan. Petugas itu lalu berkumpul dengan petugas lainnya. Semua tampak bermuka
cemas. "Aduh kok begini sih, nggak bilang-bilang... Gimana sih ini," kata seorang petugas kepada temannya.
"Iya, seharusnya kan ada suratnya, izin dulu," sahut yang lain. "Telepon Bapak (kepala rutan), aduh..." Mereka pun tidak
bisa menyembunyikan kepanikan.
Sementara itu di dalam, tiga anggota satgas bergantian menanyai Ayin. "Saya kemarin ke dokter gigi saja sudah diributin,
jadi lebih baik saya panggil dokter, ini (peralatan) saya angkut sendiri," papar Ayin ketika diminta jawaban atas
seperangkat alat laser kecantikan dan kedatangan dokternya.
Mas Achmad terus mencecarnya. "Bagaimana ibu bisa menempati ruangan ini?"
"Ini ruang bingker pak, bimbingan kerja. Saya dari pagi kerja di sini sama anak-anak," ujar Ayin berusaha setenang
mungkin,
Ayin menunjuk berbagai kerajinan manik-manik yang diletakan di ruangan itu. "Tapi sekaligus dimanfaatkan untuk kepentingan
usaha ibu juga kan ya," serang Mas Achmad.
"Saya cuma minta sedikit ini saja (menunjuk sofa bed dan peralatan laser). Daripada saya keluar, menimbulkan masalah
lagi," tuturnya sembari sesekali memperbaiki letak bandana merah yang menahan rambutnya yang di highlight coklat.
Usai mencecar Ayin, tim satgas kemudian berpindah ke lantai dua. Menuju ruang dharma wanita yang diindikasi sebagai ruang
terpidana narkoba Limarita alias Aling yang divonis seumur hidup.
Semua anggota satgas berdecak tak percaya. Ruang seluas sekitar 100 meter persegi itu diisi satu set sofa, kulkas,
televisi layar datar, dan pohon natal dengan lampu warna-warni. Lebih mengejutkan lagi ketika satu ruang yang dikira kamar
mandi dijeblak terbuka, ternyata ruang karaoke. Dinding berperedam suara itu diberi wallpaper bunga-bunga motif hitam
putih. Di satu sisi, berjajar kursi-kursi bulat empuk senada dengan dinding.
-
3 likes, 0 dislikes
Link to this comment:
1:25Membongkar Gurita Cikeasby WongBusan1,338 views
7:08Tanda Dunia Kiamat~ EMAK Mengahwini ANAK sendiriby araazman120,764 views
0:48Pegawai Dinsos Menjual Wanita Binaanby WongBusan15,779 views
9:46SUBHANALLOH "KISAH NYATA"by ASPeMusik2,194,190 views
2:43Praktek suap dan prostitusi di balik penjaraby TheIndonesiaNews344,411 views
4:47ingin jumpaby cahremux28,184 views
3:30Spg IM3 Saatnya kita sahur Trans TVby Tovicladiesmen777144,112 views
5:09Pencuri Telefon YAWATAby rasher14965,006 views
2:33Sanggahan Istana Mewah Penjara Bintang Lima Rut...by polittika780 views
6:08Arthalyta Pindah Istana 2by WongBusan1,996 views
1:21Sel Ayin Disegel, Pindah ke Blok Eby WongBusan1,339 views
7:11Istana Dalam Penjara 6by WongBusan1,706 views
2:56pencuriby bhe10425,841 views
1:56Istana Dalam Penjara 1by WongBusan13,320 views
1:45Kepala Lapas Mewah Rutan Pondok Bambu akhirnya ...by polittika1,293 views
1:15Istana Dalam Penjara 4by WongBusan6,512 views
1:52Barang Bukti Ryan Dibawa ke Polda Jatimby Newyorkermen3,916 views
1:13OnoGosip - Kemas Jadi Pemantau Korupsi, Artalyt...by onogosip662 views
2:51Kepala rutan pondok bambu dicopotby AntonRia676 views
- Loading more suggestions...
speechless...yg miskin smkn miskin dan tertindas....miris.... huuufffttt
aqisme 2 months ago
brengsek
ariszona1 8 months ago
petugas sidaknya jg sinetron,lebih tegas pd petugas LPnya dr pada penghuni LP itu sndiri
7069988 1 year ago
ah.... kalo dia keluar pasti bkn kejahatan lagi.. gimana seh
faazila2000 1 year ago
aku berharab ini masuk di BBC news
novitaadriano 2 years ago
hukum cuma hiburan!!parah,,,,
ndlokraimu 2 years ago
gile pc desktopnya mantap oi, pake lcd. gw juga mauuuu
feranse 2 years ago
Kapan ya Satgas MAfia Hukum ke Pontianak ?
Disini ada oknum Pegawai Pengadilan TUN, Drs Taj sh dan Seorang oknum Dosen Drs Nymn Sh. Kerjanya memperkaya diri dengan merampas tanah orang dengan cara melaui hukum yang telah mereka atur
ganyangmafia1 2 years ago
aduhhh bener2 dech ini sungguh2 memalukan.....aduhhhhh
mirtlebeach 2 years ago
hhhahahha...
ngaco
TheHasibuan 2 years ago