Indonesia Segera Buka Jalur Turing Sepeda Motor

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
1,912
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Mar 2, 2011

Wulung Damardito atau yang akrab dipanggil Ungky, menyampaikan salam perpisahan kepada keluarga dan kerabatnya. Perpisahan ini adalah untuk sebuah misi penting, yaitu demi pembukaan jalur turing sepeda motor di Indonesia atau "Indonesia Exploride".

Turing dengan sepeda motor, merupakan hal yang sangat populer di kalangan para bikers. Turing oleh Ungky kali ini, direncanakan akan menempuh jarak 19.100 kilometer selama 184 hari. Tim dokumentasi akan mengabadikan perjalanan ini dalam bentuk video dan jurnal, sebagai referensi jalur turing sepeda motornya.

[Wulung Damardito, Pembuka Jalur "Indonesia Exploride"]:
"Saya terenyuh saja, kenapa? Karena pada saat saya googling di website, Cuma di negara asia satu-satunya yang tidak punya motorcycle tour atau promosi wisata, itu cuma Indonesia. Kita kalah dengan Kamboja yang lebih kecil dari kita, Vietnam yang lebih kecil dari kita, sementara kita ada 13.000 lebih pulau."

Pada program perdana ini, Ungky dan tim-nya akan menyusuri kota-kota di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Bali. Rute ini rencananya akan dijadikan sebagai pedoman jalur turing sepeda motor di Indonesia.

[Ukus Kuswara, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata]:
"Ini adalah sebuah informasi untuk menujukkan, mana-mana saja yang berdaya tarik, nanti kalau ada yang berdaya tarik kan ada biro perjalanan wisata, nah mereka yang akan mengemasnya (menjadi paket wisata)."

Dalam perjalanan 6 bulan ini, Ungky mendapat sponsor dari sejumlah lembaga kebudayaan dan perusahaan swasta. Sponsor utama kegiatan Djarum Foundation, mengambil momen ini untuk menurunkan langsung tim riset mereka, demi meneliti kebudayaan di masing-masing daerah. Rencananya, hasil penelitian akan dipublikasikan sebagai bahan referensi yang terpercaya.

[Renitasari, Djarum Foundation]:
"Nah terus kita melihat, untuk ke depannya ini konsen kita adalah anak cucu kita bagaimana nih? Prosesnya mereka mengenal budaya? Nah sehingga kami sepakat kayaknya nih kita harus punya satu media kita sendiri, yaitu website. Dalam proses pembuatan website ini kami semua berpikir bagaimana caranya untuk mencari konten, karena kan konten budaya ini sangat luas sekali kan, nah sehingga kalau kami mengambil atau menyomot-nyomot dari blog atau web-web yang lain, keakuratannya juga diragukan kan, sehingga dibutuhkan ada tim yang jalan langsung ke sana."

Dilaporkan oleh Sunardi untuk NTD News, Jakarta.

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (2)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • halaahh.. Pejabatnya kemana aja.. berak lah !

  • ada kelanjutannya kah?

Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more