Videoklip terbaru dari Seringai untuk single kedua dari album Serigala Milita. Director: Anton Ismael
full description by arian13:
Akhirnya single Seringai yang kedua, "Mengadili Persepsi [Bermain Tuhan]", dirilis. Seharusnya, stasiun televisi yang kerap tidak menayangkan video klip juga menayangkan, tapi kita lihat saja. :) Atau, akan kembali datang ke kami dan menyatakan kalau video kami kurang glamour [ya gak Dit? x)]. Single ini kalau sesuai jadwal akan di-push minggu kedua April.
Untuk yang belum pernah tahu lirik dan eksplanasinya yang ada di dalam album Serigala Militia, here we go:
Mengadili Persepsi [Bermain Tuhan]
"Wahai calon anakku yang masih berupa benih dalam kelaminku, semoga di masa kau lahir, kau tidak perlu lagi berurusan dengan polisi-polisi moral yang membawa diri atas nama Tuhan, bisa seenaknya menginjak-injak privasi dan kebebasan berekspresi kalian, hanya karena perbedaan persepsi. Semoga kaum puritan tersebut sudah punah disaat kau besar nanti. Amin." [khemod]
Lagu ini mungkin jadi soundtrack hidup kamu yang selalu mempertanyakan sesuatu. Mungkin contoh yang paling mudah, adalah perancangan RUU APP. Sesuatu yang dikira sebagai kebebasan individu sekarang hendak diatur oleh negara. Padahal kita semua tahu, ada lebih banyak hal penting lainnya yang harus diurus. Bukan kebebasan untuk melindungi tapi seharusnya melindungi kebebasan. [sammy]
Dari yang mencoba membakukan persepsi, hingga mereka yang bermain Tuhan. Intervensi masalah pribadi, merasa lebih suci dan benar, dan membuat pembenaran untuk melakukan kekerasan [dari sweeping buku 'kiri' sampai penghancuran tempat hiburan]. Hipokrit sejati memupuk kebodohan. Kami sudah muak. Pernah berpikir untuk melawan? We should. [arian13]
"Individu, individu merdeka.
Selamat datang di era kemunduran,
pikiran tertutup jadi andalan.
Praduga tumbuh tenteram,
menghakimi sepihak, sebar ketakutan.
Membakukan persepsi, bukan jadi jawaban
atau gagasan bijak.
Selangkah maju ke depan,
empat langkah ke belakang,
kita takkan beranjak.
Mereka, bermain Tuhan.
Merasa benar, menjajah nalar.
Dan kalau kita membiarkan saja, anak kita berikutnya.
Individu, individu merdeka.
Selamat tinggal, era kemajuan,
lupakan harapan dan kehidupan.
Menjauh dari akar masalah,
mendekatkan kepada kebodohan yang dipertahankan.
Privasi. Seni.
Siapa engkau yang menghakimi?
Masih banyak masalah, dan lebih krusial,
tidak bicara asal.
Mereka bermain Tuhan.
Merasa benar, menjajah nalar.
Dan kalau kita membiarkan saja, anak kita berikutnya.
"Sudahkah merdeka? Sudahkah dirimu merdeka?"
Individu, individu merdeka."
Lirik sebenarnya didasari oleh kegerahan kami akan fasis sayap kanan sejak lama tapi kemudian memuncak 2 tahun lalu [dan bahkan kejadian-kejadian sebelumnya juga]. Tapi sepertinya lirik ini juga selaras dengan apa yang terjadi hingga hari ini. Entah itu dari ancaman Menkominfo untuk memboikot YouTube-Multiply-Myspace-etc, Roy Suryo dengan segala kedunguannya a.k.a. blogger=hacker, pencekalan musik underground/independen [terutama] di Bandung, hingga bagaimana pemerintah hendak menggembok semua celana pemijat supaya tidak terjadi transaksi seksual. Saya yakin kalian semua gerah dengan langkah-langkah mereka yang mengatasnamakan negara, bangsa, agama, atau apa saja, dengan tindakan-tindakan bodoh. Fukk 'em.
Semoga anthem ini berkenan. :)
Director: Anton Ismael
Main talent: Sharleen Adam [R.I.P.]
lagunya keren bos, pas banget sama kondisi indonesia sekarang, mudah2an lagunya bisa jadi athem buat melawan pembodohan yg sedang terjadi di indonesia skrg. btw ada cerita apa sama main talentnya?
xanax01mg 3 years ago
dia meninggal ga lama setelah klip ini selesai dibuat. too bad...may she rest in peace...
khemod 3 years ago
nice song title. I hope the lyric is good as well. couldn't hear the audio well through youtube. and don't have the record neither. I'm not really a fan of your band cos i think it's too sellout for me. and I don't think i can handle the thrash overzealous lookalike (municipal waste tshirt and the upright cap) and your poser-confused fanatical fans-roadies attitude. lol.
hope you can take some criticism man. keep slashing FPI, Roy Suryo and rest of the those fuckers. peace.
youflue 3 years ago
thanks for the comment bro. but obviously you haven't read the explanatory on the right side of this page. clik (more info) on your right. hope u got a better perspective.
khemod 3 years ago
silahkan teman2 dilihat dan didownload bahkan kalo bisa. sebelum youtube ditutup.
Pemerintah bener2 bermain tuhan, dan merasa persepsi mereka paling benar...sekali ini, lagu ini jadi konteks banget...
khemod 3 years ago