Forefinger Hill

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
330 views
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Feb 12, 2009

Forefinger Hill

Reporter Taufik Wijaya

If you gets through middle by-pass of Sumatra, is passing town Lahat, you will see Bukit Telunjuk (Forefinger Hill) or Bukit Serelo, which located in countryside Sukacita, sub-province Lahat. Or the situation around 250 kilometre from town Palembang, capital of provinsi South Sumatra.

Forefinger Hill has height of 600 metre from sea level with inclination of 70-90 degrees. Forefinger Hill is andesite rock.

Some of publics Lahat, convinces of form of this hill not because of nature process, they convince of this hill was tower a temple or building which is made man during then. The confidence it is constituted that the area is part of culture Pasemah, which growed alongside Mountain range around preChristian 2000 years.

Category:

Travel & Events

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:

Uploader Comments (tvkalidoni)

  • Saya juga tidak tahu, kenapa Erwan Suryanegara yang membuktikan penelitiannya tidak diundang atau dihubungi soal rencana seminar tersebut.

  • Saya pernah membaca berita bahwa walikota Pagaralam akan melakukan seminar kemungkinan Sriwijaya berada di Pagaralam. Ini menarik. Namun, semangat ini perlu juga diluruskan, sebab kebudayaan Pasemah itu bukan milik Pagaralam semata. Kebudayaan Pasemah adalah kebudayaan yang berlangsung di sepanjang kehidupan di Bukitbarisan (Sumsel, Lampung, Jambi, Bengkulu). Jadi seharusnya bukan mempersoalkan posisi kerajaan Sriwijaya.

  • setuju. soal kebudayaan Pasemah ini, sudah dibuktikan oleh penelitian Erwan Suryanegara (tesis S2 di ITB) tentang artefak yang ada di sepanjang Bukitbarisan, itu membuktikan artefak yang dinamis (bukan totem) berumur sekitar 2.000 SM. Teori ini membuktikan Sriwijaya merupakan kemungkinan logis dilahirkan dari masyarakat yang mengusung kebudayaan ini, bukan dari luar seperti India atau Cina yang diyakini selama ini.

see all

All Comments (2)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • Jadi bukan hanya membuat filmnya. Harus banyak buku yang menulisnya; baik dalam buku ilmiah maupun sastra. Saya pernah baca novel Buntung karya T. Wijaya yang mengelola tv channel ini, dia menyinggung soal teori Pasemah berkaitan dengan Sriwijaya. Selamat berburu kebenaran sejarah dan budaya!

  • Saya rasa persoalan sentimen etnis atau lokal yang menyebabkan sejarah dan budaya di Sumsel sulit dikembangkan. Ini sebagai politik Indonesia yang memarginalkan kebudayaan awal Nusantara ini. Saya juga setuju dengan pernyataan Erwan Suryanegara di tv channel ini bahwa Sumsel harus ada perguruan tinggi seni, sehingga persoalan seperti ini dapat diselesaikan secara ilmiah oleh putra Sumsel, tidak harus mendatangkan peneliti dari Jawa dan Barat yang jelas punya kepentingan budaya mereka.

Loading...
Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more