Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

Baksos Natal 2011 GKI Klaten

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
79 views
Google+
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Dec 15, 2011

Sudah berbulan-bulan siswa-siswa di SMPN 3 Gantiwarno, Klaten, tidak dapat menggunakan kamar mandi di sekolahnya. Pasalnya, mereka kesulitan mendapat pasokan air bersih. Jaringan air dari PDAM belum sampai ke sekolah itu karena lokasinya yang terpencil. Sekolah ini berada di bawah kaki pegunungan seribu dan berbatasan dengan kabupaten Gunungkidul. Sebelumnya, mereka mendapat pasokan air dari sumur milik warung makan di sebelah sekolah. Namun tanpa alasan yang jelas, mendadak saluran air ke sekolah disumbat oleh pemilik warung.

Melihat kondisi ini, maka panitia Natal GKI Klaten memutuskan untuk memberi bantuan sarana air bersih. Bantuan yang diberikan meliputi pompa air yang menyedot air dari sumur milik sekolah yang difungsikan kembali, serta pembangunan menara tandon air. Pada tanggal 13 Desember, pembuatan instalasi air bersih dinyatakan selesai dan diserahkan kepada pihak sekolah. Dalam acara tersebut, ibu Ermintarsih selaku ketua panitia menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pihak sekolah yang diwakili oleh kepala sekolah, bpk Zapudin. Serah terima tersebut juga dihadiri oleh pdt. Phan Bien Ton, pdt. Esther Tanti Wahyuni, ibu Kumiayu, ibu Mirna Frans Lazary, ibu Siahaan dan Purnawan Kristanto.

Dengan adanya bantuan air itu, maka ratusan siswa di SMP itu dapat menikmati fasilitas air bersih kembali. Namun sayangnya fasilitas urinoir (tempat kencing) untuk siswa laki-laki masih terlihat kumuh dan kotor.

Rombongan panitia Natal kemudian melanjutkan perjalanan ke SD Kanisius dengan dipandu oleh bpk. Timur Pamenang. Letak sekolah ini persis di kaki pegunungan seribu. Dari kota Klaten, arahnya sejajar dengan tempat peziarahan Goa Maria Sendang Sriningsih. Meski masih berada di pulau Jawa, yang menjadi pulau terpadat di Indonesia, namun tempat ini belum tertera di GPS. Dibutuhkan usaha bertanya beberapa kali ke warga setempat untuk bisa sampai ke tempat ini karena harus melalui jalan-jalan kampung yang kecil.
Meski lokasinya cukup "nylempit", tapi ternyata masih ada guru-guru yang dengan setia mengajar di tempat ini. Yang perlu diacungi jempol, ternyata dari 7 guru yang mengajar di sini, hanya 2 orang saja yang berstatus PNS (pegawai negeri sipil). Sisanya, yaitu 5 orang adalah guru honorer. Berapa honor yang mereka terima? Jangan kaget jika saya sebutkan nominalnya. Mereka hanya mendapat uang lelah sebanyak Rp. 200 ribu per bulan. Jika dipotong ongkos transportasi dan berbagai macam iuran, bayangkan berapa rupiah yang dibawanya setiap bulan. Akan tetapi karena mereka memiliki panggilan untuk melayani, maka mereka mampu bertahan dan mengajar setiap hari. Bandingkan dengan anggota DPR yang mendapat fasilitas melimpah, kantor yang nyaman, mobil yang mewah dan gaji puluhan juta, namun mereka sering mangkir dalam mengikuti rapat-rapat yang menjadi tugas mereka.
Guru-guru ini melayani di SD Kanisius Kerten, kecamatan Gantiwarno. Dalam rangka merayakan Natal, panitia Natal GKI Klaten menyerahkan bingkisan alat tulis kepada semua siswa di SD ini, Selasa 13 Desember

Category:

Nonprofits & Activism

Tags:

License:

Standard YouTube License

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more