Bencana banjir tahunan yang terjadi pada bulan Januari-Februari kembali mengancam kota Jakarta. Hujan deras dalam dua hari terakhir telah menyebabkan sejumlah ruas jalan-jalan utama kota Jakarta tergenang air. Beberapa perumahan di pinggiran sungai-pun juga mulai tergenang air. Untuk lebih jelasnya, langsung saja kita simak laporan wartawan kami dari Jakarta.
Sedikitnya terdapat 8 titik genangan air setinggi 30-50 centimeter di ruas-ruas jalan protocol kota Jakarta. Tak pelak, kehadiran genangan air ini pun mulai mengganggu aktivitas warga. Sejumlah kendaraan yang mencoba menerobos genangan air pun menjadi korban.
Namun begitu, kondisi ini pun segera dimanfaatkan oleh sejumlah masyarakat setempat untuk mendapatkan keuntungan. Ada yang menyewakan gerobak untuk menyeberangkan pengendara sepeda motor, ada pula yang sekedar membantu mendorong mobil guna mendapatkan sedikit imbalan.
Bagi warga Jakarta, bulan Januari-Februari telah menjadi siklus banjir tahunan, khususnya bagi warga yang tinggal di tepi sungai, musibah banjir seakan sudah menjadi menu rutin yang harus mereka hadapi ketika musim hujan tiba, rasa cemas pun sudah tak begitu tampak lagi. Walau demikian, sejumlah warga sudah mulai melakukan bebarapa persiapan, seperti membuat tempat tidur darurat, ataupun menyiapkan ban sebagai pelampung darurat.
[Medi Warga Jakarta]
Oh khawatir juga, kalau ada air pasang besar, saya khawatir, maka itu saya setel tv agar bisa memantau, pintu air berapa tingginya, kalau sudah tinggi, saya buru-buru keluar. Ya kalau tidurnya di panggung-panggung, kita bikin loteng-loteng seperti ini, sengaja kita bikinkan loteng, buat persiapan, antisipasi.
Menghadapi musibah banjir tahunan ini Sejumlah warga juga mengaku bersiap-siap untuk mengungsi jika ancaman banjir semakin nyata. Namun, sebagian warga lainnya malah mengaku pasrah, sebab mereka tidak memiliki tempat untuk mengungsi jika musibah banjir benar-benar terjadi.
[Limi Warga Jakarta]
Dulu banjirnya setinggi ini Saya sih tak ada persiapan, jadi kalau banjir, tetep aja di sini. Soalnya saya tak punya kampung, juga tak punya siapa-siapa, jadi tetap aja di sini. Paling persiapannya barang-barang kita naikkan, itu saja. (ntd-news/sun)
oh man
GdbuB 1 year ago
ala macam butut aja
pake KORUPSI pula
pikirin dlu masyarakat tuh sama kotanya pemerintah goblok
bartgobuz 1 year ago
name aje kota besar.. tapi sistem perparitannye mundur.. ini baru bencana sikit belum bencana gede.. kapok lu indon
otairock70 1 year ago
susah orang jakarta mah, dah tau banjir terus, bukannya bikin persiapan seperti bersihin selokan dan saluran air tapi malah bengong2 aja dan sambil ngarep ntar jg ada yg bantu kalo dah banjir...ngapain bantu wong mereka aja engga mau bantu dirinya sendiri kok.,.
wyunaboy 2 years ago