Ustadz Tajul Muluk : Kronologis Pembakaran Pesantren
Uploader Comments (satuislam)
All Comments (15)
-
kristen bisa happy lihat ini semua,,,,terbaik wahai saudara ku
-
kenapa harus menggunakan agama sebagai tameng.....
-
rois itu memang bodoh slalu mengadu domba orng dari kecil dia udah sok jaguan saya kenal dia dari kecil dia me
mng suka main2kan perempuan udah barapa istrinya dia rois bkan kiai keturunan aja kiai tp sikap bagaikanjiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
iiiiiii,,,,,,babiiiiiiiiiiiiii iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ii celenggggggggggggggggggggggggg
ggggggg beraninya dia suka mengadu orang aja coba kamu sendiri turun lawan akuuuuuuuuuuuuuuuuu mesti kamu lari mcam anjing,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
-
semua itu hanya Allah lah yang tau.......
-
@midundanish jd maw taw... si ustd Tajul ini ngmong apa sampe dibakar rumahnya?
apa krn dia syiah?
emang ada ya ajaran Rasulullah ngebakar rumah(yahudi/nasrani) krn berbeda?
kok adeknya, si rois, gak ada tanggapan balik kalau emang itu bohong?
-
@rajalex90 si ibu yg masih kafir memperhatikan semua itu, bagaimana rosulullah saw mendidik anaknya berbakti padanya, PADAHAL DIA BUKAN MUSLIM. akhirnya sang ibu berkata, sungguh agamamu agama yg benar, lalu dia pun bersyahadat. bukan seperti kyai rois !! kyai patek !
-
@rajalex90 dan menemukan ibunya yg renta, gembel, di lorong pasar. lalu membawanya kehadapan rosulullah saw, "inilah ibuku" kata sahabat, "bukan" kata rosulullah saw, "jika dia ibumu, perlakukan yg baik, mandikan dia, berikan pakaian yg baik dan bersih".kemudian dia pulang, memandikan ibunya, memberinya pakaian yg baik dan bersih. kemudian membawanya kembali menghadap rosulullah saw. "kelak kau akan berada di surga bersamaku" kata rosulullah saw.
-
@rajalex90 alu dia teringat, dulunya sebelum masuk islam, dia pernah terlibat cek cok dgn ibunya, saat itu dia menendang ibunya, lalu pergi meninggalkan ibunya. padahal dia adalah anak satu2nya, yg menjadi tulang punggung ibunya. akhirnya ibunya menjadi gelandangan dan hidup dari belas kasihan orang di pasar, bahkan kadang makan makanan dari sampah. akhirnya sang sahabat kembali ke kampung halamannya mencari ibunya.
"Musuh-musuh kita tidak membedakan Sunni dan Syiah. Mereka hanya mau menghancurkan Islam sebagai sebuah ideologi dunia. Oleh karena itu, segala kerja sama dan langkah demi menciptakan perbedaan dan pertentangan antara muslimin dengan tema Syiah dan Sunni berarti bekerja sama dengan kufr dan memusuhi Islam dan kaum muslimin"
satuislam 1 month ago