Bila biasanya panitia pemungutan suaranya di dominasi oleh orang tua, pada pemilu 9 April lalu pemandangan berbeda terlihat di TPS XI kelurahan pleburan, kecamatan Semarang Tengah. Seluruh panitia pemungutan suara atau PPS di TPS ini, adalah anak-anak muda setempat yang masih berstatus Mahasiswa.
Menurut Purnomo, selaku ketua RW setempat, pada pemilu terdahulu PPS nya masih di padukan antara orang tua dan anak muda. Namun pada pemilu kali ini, semua panitianya terdiri dari anak muda. Alasannya, untuk regenerasi dan sarana memupuk kepedulian anak muda terhadap lingkungan, bangsa dan negara.
Di sisi lain, Dhea, salah satu anggota panitia yang menjabat sebagai KPPS II mengungkapkan , meskipun sebelumnya ia dan teman-temannya telah diberi pengarahan terlebih dahulu, mereka tetap mengalami kesulitan ketika terjun langsung di lapangan. Menurutnya, seharusnya PPS terdiri dari perpaduan orang tua dan anak muda. Sehingga anak-anak muda yang menjadi panitia, tetap mendapat pengarahan dari orang-orang yang telah berpengalaman.
Meski mengalami kesulitan, Dhea mengaku mendapatkan pelajaran berharga ketika menjadi PPS. Mereka jadi tahu bagaimana susahnya mengatur jalannya proses pemungutan suara. Selain itu, mereka bisa belajar menjadi lebih teliti dalam menangani suatu pekerjaan.
Santy Amborowati, Gilang Jiwana, Tim liputan Berita Kampus.
Link to this comment:
All Comments (0)